“Allah Mengasihi Tanpa Batas: Renungan, Selasa 20 Juli 2021

0
586

Hari Biasa (H)

Kel. 14:21-15:1; MT Kel. 15:8-9,19,12,17; Mat. 12:46-50.

Hari ini bacaan-bacaan Kitab Suci mengisahkan kepada kita tentang kasih Bapa yang turun dan tinggal dalam diri setiap orang yang selalu melakukan kehendak-Nya. Dalam Injil diajarkan dengan jelas cara untuk memperoleh kasih dari Bapa. Yesus yang adalah Putra Bapa telah menunjukkan kepada kita semua bagaimana cara untuk memperoleh kasih dari Bapa.

Penginjil Matius mengisahkan kepada kita semua tentang Yesus yang tidak segera bertemu atau menjumpai keluarga-Nya. Tetapi justru Ia berkata bahwa keluarga-Nya adalah setiap orang yang melakukan kehendak Bapa. Sebagai manusia biasa, kita mungkin akan marah jika seorang anak yang kita kandung ataukah saudara kita sendiri menolak kita sebagai keluarganya.

Akan tetapi Yesus kembali mengingatkan kepada kita bahwa selain hubungan darah yang mengikat setiap orang, ada juga hubungan rohani yang mengikat setiap orang untuk bersatu sebagai putra dan putri Allah. Yesus menunjukkan bahwa Bapa yang di Surga tidak hanya mengasihi orang-orang yang sedarah, tetapi Bapa mengasihi semua orang yang melakukan kehendak-Nya tanpa terkecuali.

Coba kita bayangkan jika Bapa yang di Surga hanya mengasihi orang-orang yang sedarah, maka kita semua tidak akan selamat dan tetap tinggal di dalam maut. Kasih Bapa itu tidak terbatas. Maka kita semua dapat selamat asalkan kita selalu melakukan kehendak Bapa.

Dalam bacaan pertama, dikisahkan dengan jelas kasih Allah kepada umat Israel. Allah yang tidak memandang hubungan darah. Ia hadir dan menjadi penyelamat bangsa Israel dari tangan orang Mesir. Di sini Allah menunjukkan bahwa setiap orang yang telah melakukan kehendak-Nya akan diselamatkan dari tangan orang jahat yang ingin menghancurkan mereka. Allah hadir dan memberikan harapan kepada setiap orang agar tidak takut dengan segala penderitaan yang dialami. Jika kita selalu melakukan kehendak Allah, maka Ia yang akan senantiasa menjaga kita sebab kita adalah anak-Nya.

Sebagai orang-orang beriman, sudah semestinya kita menjadi pelopor utama dalam melakukan kehendak Bapa. Kita mesti menunjukkan bahwa sebagai orang-orang beriman yang hidup dalam satu persekutuan, kita harus saling membantu dan mengasihi sesama. Untuk itu, sebagai pengikut Yesus yang setia, kita juga harus siap untuk hadir dan membantu setiap orang yang membutuhkan agar mereka juga ikut merasakan kasih Allah yang telah kita terima sebelumnya.

(Fr. Adiputro Koraag)

“Sebab siapapun yang melakukan kehendak bapaKu di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Mat. 12:50).

Marilah berdoa:

Bapa, terima kasih atas kasih-Mu kepada kami. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here