“Hidup Sesuai Perintah Tuhan”: Renungan, Sabtu 17 Juli 2021

0
614

Hari Biasa (H)

Kel. 12:37-42; Mzm. 136:1, 23-24, 10-12, 13-15; Mat. 12:14-21.

Dalam dunia zaman sekarang ini banyak orang yang ketika melakukan sesuatu yang luar biasa, ingin memperlihatkan kepada orang lain apa yang telah ia lakukan dengan maksud supaya mendapatkan pujian. Begitu juga sebaliknya, ada orang yang ketika melakukan sesuatu yang luar biasa tidak ingin memperlihatkan kepada orang lain supaya tidak mendapatkan pujian. Menjadi pertanyaan bagi kita, manakah yang akan kita ikuti?

Bacaan pertama yang dari diambil dalam Kitab Keluaran menceritakan tentang kematian anak sulung di Mesir serta keluarnya bangsa Israel dari tanah perbudakan di Mesir. Keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir, dilakukan oleh bangsa Israel sesuai dengan perintah Tuhan melalui Musa dan Harun. Sebab mereka telah menjadi budak selama empat ratus tiga puluh tahun di Mesir. Hal ini dilakukan oleh Tuhan sebagai bentuk kesetiaan dan cinta-Nya terhadap bangsa Israel sebagai bangsa pilihan. Sebagai bangsa pilihan, terkadang orang-orang Israel melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perintah dan ketetapan Tuhan. Dengan maksud supaya dilihat oleh bangsa lain dan mendapat pujian.

Bacaan Injil yang diambil dari Injil Matius menceritakan tentang Yesus yang menyembuhkan banyak orang yang mengikuti Dia. Namun, dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan kepada orang lain apa yang telah dilakukan-Nya dan siapa Dia sebenarnya. Dari hal ini terlihat bahwa Yesus mempunyai cinta dan kepedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan-Nya. Selain itu, Yesus juga tidak ingin memperlihatkan kepada orang lain apa yang telah Ia lakukan bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan-Nya, meskipun hal yang dilakukan itu merupakan tindakan yang luar biasa. Sehingga dari hal itu terlihat bahwa dalam diri Yesus, Ia mempunyai sikap yang rendah hati dan tidak ingin mendapat pujian dari orang lain.

Dari bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, Yesus mau mengajarkan kita sikap peduli, sikap rendah hati, sikap setia serta cinta terhadap orang lain. Jika kita, sudah melakukan sikap-sikap ini dalam kehidupan kita sehari-hari, maka janganlah kita mengharapkan pujian dari orang lain terhadap apa yang kita lakukan. Karena hal itu akan membawa kita pada kesombongan diri.

(Fr. Krisjumon Tohea)

“Bulu yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang” (Mat. 12:20).

Marilah berdoa:

Ya Allah, ajarilah dan tuntunlah kami selalu untuk hidup sesuai dengan perintah-perintah-Mu. Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here