“Cinta yang tak ternilai”: Renungan, Kamis 15 Juli 2021

0
604

Pw. S. Bonaventura, UskPujG (P)

Kel.3:13-20; Mzm. 105:1,5,8-9,24-25,26-27; Mat. 11:28-30

Umat Allah yang terkasih, dalam hidup berkeluarga tentunya kita tahu bahwa cinta kasih seorang bapa kepada anak-anaknya begitu besar dan tak ternilai. Apa pun yang dilakukannya hanya untuk kebahagiaan dan keselamatan keluarganya. Hal itu pun digambarkan lewat bacaan pertama maupun bacaan injil pada hari ini. Dalam bacaan pertama, dengan perantaraan Musa, Tuhan mengarahkan dan membimbing orang-orang Israel untuk selalu percaya kepada-Nya dan mengindahkan setiap perintah-Nya. Karena di situ Tuhan memberikan suatu jaminan keselamatan, seperti yang telukis dalam ayat 17 “Tuhan akan menghantar orang-orang Israel ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya”. Dan di dalam bacaan Injil dilukiskan bahwa Tuhan memberikan kebahagiaan bagi setiap orang yang mau menyerahkan diri seutuhnya pada-Nya. Kasih yang ditunjukkan merupakan bukti cinta-Nya dan merupakan sebuah rahmat keselamatan yang diberikan kepada setiap umat-Nya.

Saudara yang terkasih, cinta yang tak ternilai itu ditunjukkan Tuhan pula kepada Santo Bonaventura yang kita peringati hari ini. Pada masa kecil, Santo Bonaventura menderita sakit berat yang memungkinkan Ia tidak bisa melanjuti hidup-Nya lagi. Tetapi oleh kuasa Tuhan lewat Santo Fransiskus Asisi, maka Santo Bonaventura dapat pulih dari penderitaan-Nya. Setelah lekas sembuh, ia pun memberi diri-Nya untuk menjadi seorang hamba Tuhan. Hal serupa pun dilakukan oleh orang-orang Israel dalam bacaan pertama, di mana ketika Tuhan memberi kelimpahan kepada mereka, mereka membalasnya dengan mempersembahkan korban kepada Tuhan.

Dari sini Tuhan mengajak kita sebagai umat-Nya untuk menjadi pribadi-pribadi yang kuat yaitu pribadi-pribadi yang selalu bersyukur, percaya dan menaati segala perintah-Nya karena Dia sangat mencintai kita. Cinta yang diberikan-Nya dapat menghantar pada sebuah keselamatan sejati. Dari bacaan-bacaan hari ini pun, kita diajak untuk selalu belajar dari-Nya sehingga kita pun dapat membagi cinta kasih kepada sesama kita. Sebagai umat Allah, membagi cinta kasih kepada sesama merupakan sebuah tanggung jawab yang utama bagi kita, karena hal tersebut adalah hukum utama yang diajarkan Tuhan. Hendaklah juga kita belajar dari Santo Bonaventura yang diperingati hari ini, kita belajar untuk selalu bersyukur walaupun kita sedang mengalami suatu pencobaan dan menjadikan Tuhan sebagai penolong yang utama. Karena iman akan Tuhan menjadikan kita kuat dalam setiap perjalanan hidup ini. Relevansi yang dapat kita jalani dalam hidup kita untuk mengimani Tuhan adalah dengan membangun relasi dalam doa.

(Fr. Ambrosius A. Rahawarin)

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesuh dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat.11:28).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, naungilah hidup kami selalu dengan cinta-Mu. Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here