“Karya Tuhan”: Renungan, Minggu, 11 Juli 2021

0
727

Hari Minggu Biasa XV (H)

Am. 7:12-15; Mzm. 85:9ab, 10, 11-12, 13-14; Ef. 1:3-14 (Ef. 1:3-10); Mrk. 6:7-13.

Istilah ‘panggilan hidup’ dipahami sebagai salah satu cara untuk menyebut profesi atau pekerjaan seseorang. Pekerjaan atau profesi seseorang ini kemudian dilihat sebagai cara Tuhan berkarya di  dunia. Manusia mengambil bagian dalam karya Tuhan di tengah dunia melalui panggilan hidupnya masing-masing. Maka, segala pekerjaan yang dilakukan seharusnya menghantar setiap manusia untuk memahami bagaimana cara Tuhan berkarya melalui dirinya.

Bacaan-bacaan hari ini bercerita mengenai perutusan. Salah satu tema yang penting untuk direnungkan yakni mengenai karya Tuhan sendiri. Permenungan mengenai karya Tuhan ini dimulai dari kisah Injil, yakni ketika Tuhan Yesus mengutus para murid berdua-dua. Para murid diutus untuk memberitakan bahwa orang-orang harus bertobat. Arah perutusan ini sendiri berasal dari kehendak Tuhan. Para murid yang diutus, hadir sebagai perlaksana kehendak Tuhan yang secara nyata diwujudkan dalam karya perutusan mereka. Menyebut perutusan para murid sebagai karya Tuhan, tidak cukup hanya dengan melihat arah perutusan itu saja, tetapi juga dengan melihat isi perutusannya.

Ketika mengutus para murid, Yesus berpesan mengenai kesederhanaan dan perlunya prinsip yang teguh dalam pewartaan. Mengenai kesederhanaan, Yesus mengingatkan para murid untuk membawa hanya hal yang perlu, bahkan dengan jelas disebutkan hanya membawa tongkat, pakaian di badan dan alas kaki. Hal ini bertujuan agar para murid tidak kehilangan fokus perutusan hanya karena repot dengan bawaan yang berlebihan. Selanjutnya, para murid diingatkan juga untuk memiliki prinsip yang jelas: kalau diterima, tinggallah di situ, dan kalau ditolak, pergilah dari situ.

Pesan-pesan ini hendak memperlihatkan keterlibatan Yesus secara mendalam karena pada dasarnya, karya perutusan itu adalah karya-Nya sendiri. Hal yang sama terungkap juga dalam bacaan pertama, yakni ketika Nabi Amos diutus. Nabi Amos diambil oleh Tuhan dan diutus untuk pergi bernubuat kepada umat Israel. Dengan demikian, Tuhan sendirilah yang sebenarnya berkarya dalam setiap perutusan yang diberikan-Nya. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus juga mengungkapkan bahwa Tuhan berkarya untuk memilih orang-orang yang diutus-Nya, dan juga mengaruniakan rahasia kehendak-Nya serta bagian dalam kemuliaan-Nya kepada mereka.

Seluruh panggilan hidup kita adalah karya Tuhan. Mari kita membangun niat yang tulus untuk menghidupi panggilan kita dan membangun keberanian untuk mewartakan Tuhan dalam pekerjaan kita setiap hari.

(Fr. Dkn. Ovan Adikila)

“Ia memanggil keduabelas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua” (Mrk. 6:7a).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami dalam melaksanakan karya-Mu di tengah dunia. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here