“Betapa Berharganya Dirimu”: Renungan, Sabtu 10 Juli 2021

0
677

Hari biasa (H)

Kej. 49:29-32; 50:15-24; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33.

Saudara-saudari yang terkasih. Firman Tuhan yang diwartakan pada hari ini menghendaki kita agar jangan takut dan cemas dalam hidup. Pada bacaan pertama terdapat tiga tema pokok yang diperdengarkan kepada kita, yakni mengenai Yakub yang meninggal dan dikuburkan, Yusuf menghibur hati saudara-saudaranya, dan kematian Yusuf.  Ketiga tema ini saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Kematian Yakub meninggalkan kepedihan kepada anak-anaknya. Selain kepedihan, mereka juga merasa takut jangan-jangan Yusuf akan menyiksa dan memperbudak mereka di Mesir karena perbuatan mereka yang kejam terhadap Yusuf pada masa lalu.

Namun prasangka-prasangka mereka itu tidaklah benar. Yusuf malah menghibur saudara-saudaranya dan menguatkan hati mereka. Ketika Yusuf  akan meninggal, ia berpesan kepada saudara-saudaranya: “Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub”(Kel. 50:24).

Perihal yang sama juga dikatakan oleh Matius kepada kita: “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”(Mat. 10:28).

Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa kita adalah ciptaan yang sangat berharga di mata Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kebinasaan dan kesengsaraan terjadi dalam hidup kita. Namun  sebaliknya, kita sendirilah yang menjadikan diri kita masuk dalam kebinasaan dan kesengsaraan. Kita binasa dan sengsara karena kita menjauh dari Tuhan. Menjauh dari Tuhan berarti ingin berpisah denganNya. Konsekuensinya: “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakui dia di depan Bapa-Ku yang ada di Sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkal dia di depan Bapa-Ku di dalam Kerajaan Sorga” (Mat. 10:32).

Karena itu sebagai umat yang beriman marilah kita mendekatkan diri pada Tuhan, karena Dialah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup. Dalam Dia, kita akan memperoleh keselamatan. Oleh karena itu, “Marilah kita menyerukan nama Tuhan, bermegah di dalam nama-Nya yang Kudus dan biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan(Mzm. 105:1;3).

(Fr. Albertus Ranbasar)

“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”(Mat. 10:28).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk hidup sesuai dengan Sabda-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here