“Panggilan Tuhan”: Renungan, Rabu, 7 Juli 2021

0
580

Hari biasa (H)

Kej. 41:55-57; 42:5-7a, 17-24a; Mzm. 33:2-3, 10-11,18-19; Mat. 10:1-7.

Menanggapi panggilan Tuhan merupakan suatu bentuk ungkapan iman seorang manusia terhadap pencipta-Nya. Kita semua dipanggil dan diarahkan untuk melihat kemuliaan Tuhan. Hal terpenting dari gema panggilan yakni apakah kita mampu mendengar dan menanggapi panggilan Tuhan?

Bacaan Injil pada hari ini berbicara tentang para murid yang dipanggil oleh Yesus untuk memberitahukan kepada semua orang bahwa Kerajaan Surga sudah dekat (Mat. 10:7). Para murid diberi kuasa oleh Yesus untuk mengusir roh jahat dan melenyapkan segala penyakit dan kelemahan (Mat. 10:1). Kuasa yang dianugerahkan Yesus kepada para murid menguatkan mereka untuk mewartakan Injil. Para murid menerima panggilan dan tugas pewartaan dari Tuhan dengan penuh sukacita dan semangat yang berkobar-kobar. Hal ini terjadi karena mereka telah menyaksikan setiap perkataan dan tindakan yang dilakukan oleh Yesus. Kesaksian inilah yang membuat mereka tidak takut dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan misi besar di dunia ini.

Bacaan pertama pada hari ini mengisahkan tentang seseorang yang bernama Yusuf. Ia  takut akan Allah. Ketakutan dan kesetiaannya kepada Allah membuat rezekinya berlimpah dan berkecukupan. Hal ini berbanding terbalik dengan keluarganya (Bangsa Israel) yang dilanda kelaparan. Yusuf menjadi penolong bagi Bangsa Israel ketika mereka dilanda kelaparan. Ia dipanggil oleh Tuhan untuk menyelamatkan Bangsa Israel dari kelaparan. Ia membuat mereka  takut akan Allah. Kehadiran Yusuf bagi Bangsa Israel menjadi tanda nyata bahwa Allah ada di tengah-tengah mereka.

Saudara saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Bacaan Kitab Suci hari ini mengingatkan kita agar dapat mendengar, menanggapi serta melaksanakan panggilan Tuhan dengan penuh sukacita. Ketika kita menanggapi dan melaksanakan panggilan Tuhan, kita diharapkan untuk takut kepada-Nya. Dalam kehidupan ini, ada berbagai macam bentuk panggilan. Ada yang dipanggil untuk melaksanakan tugas sebagai imam, guru, polisi, tentara, lurah, gubernur dan lain sebagainya. Kita diharapkan untuk setia dan bertanggungjawab atas tugas yang diberikan Tuhan. Setiap orang dipanggil oleh Tuhan untuk melaksanakan tugas perutusan yakni menjadi saksi Kristus dan pewarta Kabar Gembira kepada semua orang sebagai ungkapan iman yang nyata. Tindakan dan perbuatan kita haruslah menjadi tanda kehadiran Kristus di tengah dunia dan menghantar orang banyak menuju jalan kebenaran.

(Fr. Petrus Ndemu)

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat(Mat. 10:7).

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarlah aku untuk dapat mendengarkan panggilan-Mu, dan berilah aku kekuatan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaanku. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here