“Sudahkah Mengenal-Nya?” Renungan, Selasa 6 Juli 2021

0
453

Hari biasa (H).

BcE Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat. 9:32-38.

Pada suatu kesempatan, sepasang kekasih yang hampir bercerai memutuskan untuk meminta pendapat dari seorang imam. Datanglah mereka ke imam yang ada di paroki tempat mereka tinggal. Setelah menceritakan apa yang menjadi pergumulan mereka, sang imam hanya member mereka sebuah kartu dan meminta mereka untuk membaca itu saat tiba di rumah. Ketika tiba di rumah, mereka bergegas membuka kartu itu dan di dalamnya tertulis sebuah kalimat: “Kenalilah Yesus dan cinta-Nya bagi manusia”.

Kalimat itu menjadi kalimat yang menggambarkan realitas kehidupan manusia saat ini. Banyak orang menyebut bahwa ia adalah anak Tuhan, namun masih belum mengenal Kristus dengan baik. Realitas ini sama dengan apa yang dialami oleh orang-orang Israel ketika melihat Yesus membuat mujizat. Kendati Yesus telah ada di hadapan mereka dan telah mengadakan banyak mujizat, namun mereka masih saja meragukan Yesus Kristus.

Akan tetapi, Yesus menjawab keragu-raguan yang muncul dalam hati umat Israel dengan kekuatan hati-Nya. Hal itu dilukiskan dengan jelas dalam bacaan Injil dimana Yesus tergerak hati untuk menolong umat Israel. Yesus melihat bahwa umat Israel bagaikan domba yang tak bergembala. Maka Yesus hadir di tengah-tengah mereka sebagai gembala yang akan membawa mereka menuju kepada Allah.

Di tengah-tengah mereka, Yesus tidak hanya mewartakan Injil tetapi juga menyembuhkan mereka yang sakit dan kerasukan setan. Yesus menunjukkan bahwa kehadiran-Nya menjadi bukti bahwa Allah tak akan meninggalkan umat-Nya. Oleh karena itu, Yesus juga meminta kepada para murid-Nya agar meminta kepada Allah, kepada pemilik tuaian agar mengirimkan para pekerja untuk bekerja sebab banyaklah umat Allah, banyaklah tuaian.

Yesus telah menunjukkan teladan melalui kesediaan-Nya untuk melayani Allah dan manusia. Untuk itu, semoga kita semakin mengenal Yesus sehingga semakin banyak orang mau meneladani Kristus dan menjadi gembala-gembala di tengah masyarakat.

Fr. Filbert O. C. Ngafrehen

“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Mat. 9:37).

Marilah berdoa:

Tuhan, mampukanlah aku untuk menjadi pekerja di ladangmu melalui perkataan dan perbuatanku sehari-hari. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here