“Gerakan Iman”: Renungan, Senin 5 Juli 2021

0
569

Hari Biasa (H)

Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2, 3-4, 14-15ab; Mat. 9:18-26.

Semua orang pasti ingin untuk selalu ada dalam keadaan dan pengalaman bahagia, ingin selamat dari bahaya. Tetapi, secara manusiawi, kitapun tidak dapat menghindar dari yang namanya pengalaman-pengalaman pahit; menderita, sakit, kecewa, kegagalan, dan pengalaman duka lainnya. Akibatnya, tidak sedikit orang juga yang akhirnya larut dalam keputusasaan bahkan tiba pada kata menyerah dan berpasrah.

Kisah dalam Injil hari ini hendak mengajarkan kepada kita untuk beriman bukan hanya berdiam di  tempat sambil menyerukan nama Yesus, namun perlu suatu gerakan untuk selalu mengusahakan keselamatan.

Beriman kepada Yesus belum cukup untuk menunjukkan keberadaan diri kita sebagai pengikut yang setia dan percaya kepada-Nya. Iman yang luhur semestinya disertai dengan usaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Injil Matius menampilkan suatu pengalaman iman bagaimana iman harus diungkapkan tidak hanya lewat kata-kata melainkan lewat usaha. Kepala rumah ibadat datang kepada Yesus dan bersujud di hadapan-Nya sembari meminta Yesus untuk menghidupkan anaknya yang telah mati.

Sama halnya dengan wanita yang menderita pendarahan selama dua belas tahun lamanya, berusaha bergerak maju mendekati Yesus dan menjamah jubah-Nya. Dengan itu ia percaya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Saat mengalami keputusasaan, terkadang kita langsung menyerah tanpa mau berusaha untuk keluar dari segala keterpurukan yang dialami. Hendakya kita belajar dari teladan iman sebagaimana yang ditampilkan oleh kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun lamanya. Sebagai manusia biasa, mungkin mereka sudah berada pada ambang ketakberdayaan. Namun hal itu tidak membuat mereka berhenti berusaha.

Kita pun seharusnya demikian. Sebagai orang-orang percaya kita seyogyanya memiliki usaha untuk bergerak maju berlandaskan keyakinan iman akan Kristus, dengan tidak hanya berdiam diri di tempat sambil bersuara nyaring memanggil nama Yesus dari kejauhan. Tetapi yang perlu kita lakukan adalah memiliki komitmen dalam beriman yakni dengan gerakan iman untuk bergerak maju mengikuti Dia.

Dengan cara itulah kita berhasil mewujudkan suatu ungkapan iman lewat tindakan nyata dan berhasil keluar dari segala pergolakan hidup menuju keselamatan berkat belas kasih Allah.

(Fr. Irman Bille)

“Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh” (Mat. 9:21).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, tolonglah kami yang selalu mengharapkan belas kasihan-Mu untuk memperoleh keselamatan. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here