“Ya Tuhanku dan Allahku” Renungan: Sabtu 3 Juli 2021

0
594

Pesta St. Tomas, Ras (M)

Ef 2:19-22; Mzm.117:1,2; Yoh 20:24-29.

Pada hari ini Gereja merayakan Pesta St.Tomas Rasul. Dalam bacaan Injil hari ini, St. Tomas digambarkan sebagai seorang murid yang tidak cepat percaya. Tetapi, setelah Yesus hadir di depannya dan memberikan kesempatan kepada St.Tomas untuk menyentuh luka-luka-Nya, ia menjadi percaya.

Tentang cara beriman dari St.Tomas itu, St. Agustinus coba mengungkapkan dengan kata-kata yang indah. “Dengan pengakuannya dan dengan menjamah luka Tuhan, ia sudah mengajarkan kepada kita apa yang harus dan patut kita percayai. Ia melihat sesuatu dan percaya sesuatu yang lain. Matanya memandang kemanusiaan Kristus, namun imannya mengakui ke-Allah-an, sehingga dengan suara penuh gembira tercampur penyesalan yang mendalam, ia berseru: ya Tuhanku dan Allahku.”

Dalam bacaan Injil digambarkan bagaimana sikap St.Tomas yang memiliki “grafik” naik turun dalam mengimani Kristus. Awalnya ia tidak percaya atas pemberitaan dari murid-murid yang lain, tetapi akhirnya ia menjadi percaya dengan berucap “Ya Tuhanku dan Allahku.” Hal ini adalah proses yang wajar dalam beriman dan untuk percaya. Injil hari ini bukan hanya mengungkapkan sebuah “proses” dalam percaya dan beriman, tetapi ada hal yang lebih penting lagi yakni iman itu adalah anugerah atau rahmat yang diberikan secara pribadi dari Tuhan kepada setiap orang. Artinya, bukan karena orang lain saya menjadi percaya, tetapi bahwa iman dan kepercayaan adalah anugerah Tuhan bagi diriku dengan cara Tuhan.

St.Tomas mengakui iman pribadinya secara mendalam di hadapan Yesus sebagai Tuhan dan Allah. Ia berkata: “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh. 20:28). Inilah pengakuan iman yang menunjukkan bahwa St.Tomas sungguh-sungguh mengalami bagaimana proses beriman. Ada jatuh bangun, kecewa, hampir putus asa, dan merasa ditinggalkan oleh Yesus. Tetapi, akhirnya ia mampu mengungkapkan iman itu secara pribadi dan mendalam di hadapan Yesus sendiri. Pengakuan iman seperti ini belum sempat diungkapkan secara terbuka oleh para murid yang lain.

Pengakuan iman secarap ribadi dan mendalam seperti ini harus menjadi juga pengakuan iman kita sekarang ini. Karena Paulus berkata dalam suratnya kepada umat di Efesus bahwa “kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” Pengakuan iman St.Tomas menjadi fondasi yang kokoh bagi iman Gereja yang diturunkan saat ini. Oleh sebab itu, kita perlu belajar dan meneladani St. Tomas dalam mengungkapkan imanya secara mendalam dan teguh dengan berkata “Ya Tuhanku dan Allahku.”

Fr. Berly Dianomo

“Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!”” (Yoh. 20:28).

Marilah berdoa

Tuhan, semoga kami selalu percaya kepada-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here