“Rindu Yesus? Ikutlah Dia” Renungan : Jumat 2 Juli 2021

0
599

Hari biasa (H)

Kej. 23:1-4,19;24:1-8,62-67; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 9:9-13.

Pernahkah anda melihat seorang anak kecil dipanggil oleh orang tuanya yang baru pulang dari bepergian? Apa yang dilakukan anak itu? Pastinya pergi menyongsong orang tuanya dengan pelukan, entah itu dengan menangis atau tertawa bahagia. Ada juga yang kemudian memberitakan kedatangan orang tuanya itu pada teman-temannya. Pertanyaannya, “Mengapa ia melakukan itu?” Bagi saya, ia melakukannya karena kerinduannya akan cinta kasih, kenyamanan, dan rasa aman yang berasal dari orang tuannya. Kerinduan ini yang membuat dia mengekspresikan kebahagiaannya.

Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang kerinduan Ishak akan Sara ibunya yang meninggal. Akan tetapi karena kasih Yakub ayahnya, kerinduan Ishak itu terpenuhi. Ayahnya menyuruh hambanya untuk meminang seorang istri bagi Ishak. Dengan tuntunan kasih Allah kepada Yakub, hamba itu menemukan seorang wanita yang baik, yaitu Ribka sebagai calon Istri Ishak. Ribka tidak menolak dan ia mengikuti hamba itu. Setelah tiba, Ishak dan Ribka saling jatuh cinta, lalu mereka menikah. Dengan begitu kerinduan Ishak akan Sara ibunya tergantikan dengan kehadiran Ribka istrinya.

Kemudian, dalam bacaan Injil sangat jelas mengungkapkan mengenai kerinduan itu. Matius si pemungut cukai yang “dicap” sebagai pendosa langsung mengikuti Yesus saat dipanggil. Ia juga tidak peduli dengan pandangan orang tentangnya, ia tetap mengikuti Yesus. Apa sebenarnya yang membuat Matius langsung mengikuti Yesus tanpa syarat? Kalau dibilang, Matius adalah seorang pemungut cukai, hal itu berarti bahwa ia orang yang kaya, memiliki banyak harta. Namun setelah Yesus memanggilnya, ia meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Yesus.

Kerinduan Matius menunjukkan bahwa dia menemukan dalam diri Yesus ada suatu yang lebih menarik dan bernilai dibandingkan dengan harta kekayaannya. Ia terpesona dengan pribadi Yesus. Hal ini menunjukan bahwa ada suatu kerinduan yang terpenuhi dengan kehadiran Yesus.

Kerinduan akan Yesus ini berarti bahwa dengan sikap penerimaan Matius atas ajakan Yesus itu adalah pertobatan Matius sendiri. Matius yang telah lama terbelenggu dosa, kini bertobat dan mengikuti Yesus. Meski demikian, ada orang juga yang tidak senang jika Yesus mempertobatkan Matius. Mereka adalah orang-orang Farisi. Mereka bersungut-sungut dan mengejek Yesus yang bergaul dengan orang berdosa. Akan tetapi Yesus menjawab bahwa Ia datang untuk mencari orang berdosa, bukan orang benar.

Bertolak dari kisah-kisah kitab suci di atas, marilah kita bermenung sejenak. Termasuk kelompok manakah kita? Sebagai Matius si pendosa yang bertobat? Ataukah seperti orang-orang Farisi? Untuk itu marilah kita datang kepada Yesus dan memohon ampunan-Nya.

Fr. Prawian Kristianus Bea

“Ikutlah aku!” (Mat. 9:11).

Marilah Berdoa:

Tuhan, buatlah kami selalu merindukan-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here