“Ada Tetapi Tidak Kelihatan”: Renungan Kamis 1 Juli 2021

0
1008

Hari biasa (H)

Kej. 22:1-19; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Mat. 9:1-8

Kita pasti pernah mengalami sebuah pengalaman yang menurut logika tidak  dapat diterima. Hal ini pasti membuat kita bertanya kenapa demikian?

Bacaan Injil hari ini telah memberikan sebuah gambaran yang jelas tentang sebuah kemustahilan. Untuk itu hal yang bisa kita siasati adalah dengan menggunakan iman. Dalam perikop Injil hari ini, Matius menjelaskan bagaimana ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengkritik apa yang dilakukan Tuhan Yesus yakni mengampuni dosa dan menyembuhkan orang sakit hanya dengan cara bersabda.

Bagi mereka, mengampuni dosa hanya bisa dilakukan oleh Allah dan menyembuhkan dengan bersabda adalah sesuatu yang mustahil. Jadi saat mendengar dan melihat apa yang Tuhan Yesus lakukan, mereka tidak bisa menerimanya dan memercayainya. Namun Yesus mengetahui isi pikiran mereka dan menegur mereka.

Beriman kepada Yesus berarti kita percaya pada Yesus akan semua karya dan pengajaran-Nya. Perbuatan Yesus adalah perbuatan Allah dan perbuatan yang mustahil terkadang berada di luar nalar manusia. Hal itu tampak pada mujizat-mujiazat yang dilakukan Yesus. Kita yang beriman harusnya percaya pada karya dan penyelamatan Allah.

Tokoh yang perlu kita teladani imannya yang teguh adalah Abraham. Kitab Kejadian mengisahkan iman Abraham akan Allah. Hal itu nampak pada sikapnya yang takut akan Allah. Ia mengindahkan segala perintah Allah, walaupun harus mengorbankan anaknya sendiri. Pengalaman  iman seperti ini jarang kita jumpai. Hadiah dan upah dari sebuah iman akan Tuhan adalah kerajaan surga. Hal itu Nampak pada pemazmur hari ini, bahwa Allah yang pengasih dan penyayang akan meluputkan kita dari belenggu maut dan diselamatkan. Beriman berarti walaupun kita tidak melihat namun kita percaya.

Pertanyaan reflektif bagi yaitu kita apakah kita beriman sekedar beriman ataukah kita beriman dengan memberikan seluruh hidup dan keberadaan kita kepada Tuhan seperti tindakan yang dilakukan oleh Abraham yang takut akan Allah?

Saudara-saudariku yang terkasih, marilah melalui sabda yang kita dengarkan pada hari ini, kita merenungkan dan melihat diri kita kembali apakah sudah menjadi orang yang takut akan Allah dan mempercayakan sepenuhnya hidup kita kepada Allah. Bacaan hari ini menyadarkan kita akan pentingnya iman dan takut akan Allah untuk memperoleh surga abadi.

Fr. Oktovianus Siunta

“Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Mat 9:4b)

Marilah berdoa:

Ya Allah, tambahkan imanku akan Dikau agar aku berada pada jalan yang benar. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here