“KELUAR! Cepat Keluar”: Renungan, Senin 28 Juni 2021

0
528

Pw. S. Ireneus, UskMrt (M)

Kej. 18:16-33; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,10-11; Mat. 8:18-22.

Saudara terkasih, pernahkah anda mendengar istilah comfort zone atau zona nyaman? Istilah ini dapat diartikan sebagai sebuah kondisi dimana seseorang merasa aman menjalani hari-hari yang rendah resiko, namun juga stagnan. Dalam konsisi sedemikian orang jarang merasa gelisah dan jarang mengalami tekanan yang mengakibatkan stress dan penderitaan. Takut mencoba sesuatu yang baru adalah definisi paling sederhana dari kalimat “terjebak dalam zona nyaman”. Kemungkinan terbesar orang sulit beranjak dari zona nyaman adalah rasa gagal atau hal buruk akan terjadi ketika hal tersebut dilaksanakan, walaupun hal tersebut bahkan belum dimulai.

Sabda Yesus hari ini memanggil para pengikut-Nya untuk keluar dari zona nyaman. Percapakan Yesus dengan ahli Taurat dan seorang yang lain menunjukkan cara atau model hidup pengikut Kristus yang sejati. Hidup dalam resiko, kesederhanaan, tantangan, pergumulan dan penderitaan merupakan model hidup seorang pengikut Kristus. Yesus mengharuskan cara hidup seperti ini kepada para pengikut-Nya bukan tanpa arti. Dengan cara hidup seperti itu, Yesus membantu para pengikut-Nya  untuk tidak jatuh pada sikap egoistis, yang mementingkan kehidupan pribadi, yang nantinya akan menggangu perutusannya sebagai pewarta dan saksi Kristus.

Abraham dalam perutusannya telah menunjukkan bahwa dirinya mampu untuk keluar dari zona nyaman serta merasakan berbagai tantangan, penderitaan dan pergumulan sebagai utusan Allah. Ia tidak pernah merasakan ditinggalkan oleh Allah dengan cara hidup yang sedemikian, sebab Allah senantiasa menyertainya dan tidak pernah meninggalkannya dalam pergumulan dan penderitaan yang ia alami. Pemazmur telah memberikan kesaksian yang sama bahwa Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan besar kasih setia. Bagi orang yang setia dan selalu melaksanakan kehendak-Nya tidak pernah Allah meninggalkannya.

Saudara terkasih, bacaan-bacaan yang kita dengarkan hendak memanggil para pengikutnya untuk keluar dari zona nyaman. Abraham telah memberikan teladan hidup kepada kita untuk mampu keluar dari zona nyaman hidup, sebab Allah tetap bersama dengannya dalam seluruh pergumulan, tantangan dan resiko hidup sebagai utusan Allah. Yesus sebelum mengajar kita tentang penderitaan, tantangan dan resiko sebagai pengikut-pengikut-Nya, telah mengalami semuanya itu dan berhasil melewatinya. Tidak pernah Yesus memerintahkan sesuatu yang melampaui kemampuan diri manusia. Ia tidak akan pernah memberikan ular dan harimau kepada para pengikut-Nya. Ia adalah Tuhan yang mengenal kehidupan para pengikut-Nya.

       (Fr. Theofilus Pontoh)

“Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi”(Mat. 8:19).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk mengenal jalan-Mu. Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here