“Mukjizat Terbesar: HIDUP ABADI!”: Renungan, Minggu 27 Juni 2021

0
587

Hari Minggu Biasa XIII (H)

Keb. 1:13-15; 2:23-24; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b; 2Kor. 8:7,9,13-15; Mrk. 5:21-43 (Mrk. 5:21-24,35-43).

Keberadaan manusia di dunia tidak akan pernah terlepas dari dua hal ini: kehidupan dan kematian. Sebagai orang Kristiani, kita sungguh percaya bahwa kehidupan dari Sang Pencipta telah dianugerahkan sejak kita dikandung di dalam rahim ibu dan akan berakhir ketika kita dipanggil pulang kembali kepada kerahiman Sang Pencipta. Hal ini membuktikan bahwa manusia adalah salah satu ciptaan yang terbatas.

Dalam bacaan pertama dikatakan dengan jelas bahwa kematian tidak dibuat oleh Allah. Kematian justru ada karena dengki setan dan menjadi milik setanlah setiap manusia yang mencari maut itu. Manusia diciptakan untuk hidup baka kendati sekalipun raganya telah mati. Kitab Kebijaksanaan lantas mengatakan bahwa hidup abadi itu hanya bisa diperoleh dengan tetap menjaga kesucian hidup terus-menerus.

Bagaimana menjaga kesucian hidup? Rasul Paulus dalam bacaan kedua menerangkan kepada kita bahwa hidup suci tidak lain adalah dengan melakukan pelayanan kasih kepada sesama sebagaimana dicontohkan oleh Kristus. Kita telah diperkaya dengan segala sesuatu yang kita miliki saat ini. Maka, sudah selayaknya kekayaan rahmat itu dibagikan bagi sesama yang membutuhkan. Kegiatan berbagi sekali-kali tidak membuat orang miskin, terbebani dan rugi, melainkan justru untuk menjaga keseimbangan hidup di antara manusia.

Lantas, apakah hanya pelayanan kasih satu-satunya syarat untuk menjaga kesucian hidup? Penginjil Markus justru memperlihatkan sosok Yesus Kristus yang tidak sekedar menjadi contoh dalam pelayanan kasih. Namun lebih daripada itu, Ia menghantar orang kepada iman yang benar akan Allah. Penyembuhan wanita yang sakit pendarahan dan kebangkitan puteri Yairus terjadi bukan sekedar untuk menunjukkan kekuatan Yesus, tetapi karena iman yang besar dari mereka yang percaya kepadaNya sebagai Allah yang menyembuhkan dan menghidupkan.

Dari bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, kiranya kita dapat memetik buah-buah rohani dalam rangka menjaga kesucian hidup. Sejatinya, mukjizat itu lahir dari iman akan Allah yang kemudian dinyatakan lewat pelayanan kasih kepada sesama. Dari iman dan pelayanan kasih itulah kita sendiri memperoleh mukjizat yang besar, dahsyat dan mengagumkan yakni hidup abadi bersama dengan Allah dan menjadi milik kepunyaanNya semata yang sekali-kali tak akan pernah diambil oleh setan.

(Fr. Ray Legio Angelo Lolowang)

“Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan” (2Kor. 8:15).

Marilah berdoa:

Ya Allah, kami percaya kepada-Mu. Kami yakin bahwa Engkaulah Allah yang menyembuhkan dan menghidupkan. Di dalam Engkau sajalah, kami memperoleh hidup abadi. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here