“Mutiara”: Renungan, Selasa 22 Juni 2021

0
659

Hari Biasa (H)

Kej. 13:2,5-18; Mzm. 15:2-3ab.3cd-4ab,5; Mat. 7:6,12-14

Pada saat akan terjadi bencana banjir, orang berusaha menyelamatkan barang yang mereka anggap paling bernilai dan berharga. Seberapa banyak barang yang bisa diselamatkan akan diselamatkan. Yang paling bernilai dan berharga adalah yang diutamakan. Masing-masing orang pasti memiliki barang-barang tertentu yang dianggap paling bernilai dan berharga. Kita pun sebagai orang Katolik memiliki keutamaan yang sangat bernilai dan berharga, yakni iman, harap dan kasih. Iman, harap dan kasih seakan menjadi mutiara dalam hidup orang Kristen. Karena mutiara itu sangat bernilai dan berharga, maka pantaslah untuk dijaga. Demikian dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita semua: “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

Sebagai orang Kristen, kita memiliki iman akan Yesus Kristus, iman yang sangat bernilai dan berharga, iman yang menyelamatkan. Untuk itu, sangat penting bagi kita sebagai orang Kristen untuk menjaga iman itu dan terus berharap dalam Dia serta hidup dalam kasih-Nya. Iman, harap dan kasih tidak hanya menjadi mutiara dalam hidup kita, tetapi memampukkan kita untuk menjadi mutiara bagi sesama. Berperilaku baik bagi orang lain, saling melayani, saling menghargai, saling memaafkan dan masih banyak perilaku baik lainnya adalah cara kita menjaga mutiara yang sangat bernilai dan berharga itu. Sebagaimana kita menghendaki supaya orang berbuat baik bagi diri kita, maka kita pun perlu berbuat baik bagi mereka. Yesus juga bersabda: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”

Sebagai orang Kristen, menjaga mutiara yang sangat bernilai dan berharga ini bukanlah hal yang mudah. Banyak yang lebih memilih alternatif lain, yang sebenarnya tidak akan menghantar diri kita pada keselamatan melainkan kebinasaan. Sabda Yesus: “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya.” Iman, harap dan kasih menuntut kita agar dapat berkorban bagi orang lain lewat perbuatan baik. Berkorban bagi orang lain bukanlah hal yang mudah, tetapi itulah mutiara hidup yang dikehendaki oleh Yesus. Itulah jalan yang dapat menghantar kita kepada kehidupan kekal bersama Allah.

(Fr. Valentino Pandelaki)

“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah” (Mat. 13:45).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bukakanlah hati kami agar kami sanggup berbuat baik bagi sesama dan boleh berbahagia bersama-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here