”Mengasihi itu Mulia”: Renungan, Senin 14 Juni 2021

0
692

Hari biasa (H)

2Kor. 6:1-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Mat. 5:38-42.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita menjumpai bahkan mengalami peristiwa yang menyakitkan. Kadang ketika kita berbuat baik pada orang lain kita mendapat balasan yang tidak baik. Sebagai manusia yang lemah pun tentu kita pernah merasakan dan mengalami setiap peristiwa yang sesungguhnya menjadi pengalaman pahit, bahkan mengarah pada tindakan mempertanyakan iman kita sendiri akan kuasa Allah sebagai yang maha tinggi. Hal ini sering muncul dalam pikiran kita, bahkan sering terjadi dalam hidup kita. Oleh karena kemanusiaan kita itu sesungguhnya kita diajak untuk selalu berpasrah dan memohon kepada-Nya agar kita selalu dibebaskan dari segala keterpurukkan dunia ini.

Dalam bacaan pertama dikisahkan dengan sangat baik tindakan Paulus dalam pelayanannya untuk selalu menasihati teman-teman sekerjanya supaya jangan menyia-nyiakan kasih dan karunia Allah yang telah ditetapkan dalam diri setiap mereka. Seperti yang telah difirmankan Allah bahwa “pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau” (2Kor. 6:2). Sesungguhnya perkataan ini hendak mengajarkan kita untuk tidak gemetar dan tidak takut akan setiap tindakan yang kita lakukan, karena sesungguhnya kasih Allah itu tidak terbatas bagi orang-orang tertentu melainkan untuk semua orang yang percaya kepada-Nya.

Dalam bacaan injil pun Yesus mengajak setiap orang beriman untuk memiliki sikap kerendahan hati, sabar dan penuh belas kasih terhadap sesama. Katanya, “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Mat. 5:39). Sesungguhnya perkataan ini mengajarkan kita untuk tidak membalas kejahatan yang dilakukan orang kepada kita, melainkan belajar mengasihi dia sebagaimana yang telah Tuhan ajarkan kepada kita untuk saling mengasihi dan mengampuni sesama. Maka dari itu, kita pun diajak supaya dapat melakukan apa yang bisa kamu lakukan tanpa harus menunggu orang lain melakukan sesuatu kepadamu.

Lewat bacaan-bacaan hari ini, kita diajak untuk membersihkan hati kita. Hati yang bersih memungkinkan kita melakukan perbuatan dengan tulus dan ikhlas. Dengan sikap semacam itu, maka rasa iri, dendam dapat dihilangkan dalam diri kita. Semua ini dilaksanakan atas dasar kasih. Kasih kepada Allah dan sesama.

(Fr. Ubaldus Melsasail)

 Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Mat. 5:39).

Marilah berdoa:

Tuhan, mampukanlah kami untuk membarui hati kami sehingga menjadi suci seperti hati-Mu yang kudus. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here