“Kerajaan Allah”: Renungan, Minggu 13 Juni 2021

0
559

Hari Minggu Biasa XI (H)

Yeh.17:22-24; Mzm. 92:2-3, 13-14, 15-16,  2 Kor . 5:6-10, Mrk. 4:26-34.

Yesus menjelaskan tentang kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah situasi di mana semua yang baik bertumbuh dan berkembang agar ada suasana kasih, ada perdamaian, keadilan, solidaritas, yang menyelamatkan manusia lahir dan batin. Untuk mewartakan tentang kerajaan Allah, Yesus memakai perumpamaan-perumpamaan dari kehidupan masyarakat pada umumnya. Dalam bacaan Injil yang kita dengarkan pada hari ini, Yesus mengumpamakan kerajaan Allah seperti biji sesawi. Biji sesawi sangat kecil, jika ditanam akan tumbuh perlahan-lahan, tak nampak, tapi makin hari semakin besar akhirnya menjadi pohon yang besar dan rindang, tempat di mana burung hinggap dan berteduh.

Sering kita bertanya, merenung, bagaimana Kerajaan Allah itu hadir di tengah-tengah kita? Apakah itu bertumbuh dalam hidup kita? Bagaimana pertumbuhannya? Pertanyaan ini mungkin bisa dijawab lewat bacaan Injil hari ini. Kalau kita mengamati bibit tanaman, entah ubi, jeruk, kol, cabai, di ladang atau di kebun, proses pertumbuhannya tidaklah kita lihat secara detail, tetapi semakin lama tanaman itu menjadi besar hingga membuahkan hasil. Proses itu akan menjadi lebih jelas kalau tanaman itu disiangi dan dipupuk dengan baik. Gambaran ini mau mengatakan bahwa kerajaan Allah adalah pertumbuhan. Kita tidak dipanggil untuk membangun kerajaan Allah tapi menanamnya. Kerajaan Allah itu benar-benar benih, benih yang kita terima langsung dari Allah karena kerajaan Allah itu berhubungan dengan iman. Benih itu adalah iman, di mana iman itu bertumbuh tiap hari melalui pengalaman-pengalaman hidup kita, dengan tabah menjalani semua peristiwa kehidupan dengan baik. Memiliki karakter tidak bermegah untuk diri sendiri karena pertumbuhan adalah anugerah Tuhan. Hidup untuk Tuhan dalam tindakan nyata dalam interaksi dengan sesama dengan tidak menghakimi orang lain dan terus bertumbuh sehingga menjadi ciptaan baru.

Yesus pun dalam menghadirkan Kerajaan Allah mirip seperti pertumbuhan tanaman itu. Jika iman kita dipupuk dan dibangun tentu akan membuahkan hasil yang baik dalam kehidupan yang nyata. Apakah benih itu tumbuh dan berbuah atau sebelum berbuah sudah mati? Kerajaan Allah telah nyata di tengah-tengah kita, sehingga kita tak perlu jauh-jauh mencarinya. Kita hendaknya mampu melihat dalam diri kita masing-masing, apakah Kerajaan Allah itu telah tumbuh dalam hati kita ataukah sebaliknya.

 (Fr. Dedianus Pati)

“Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu?” (Mrk. 4:30a).

Marilah Berdoa:

Bapa, terangilah akal budi dan hati kami agar semakin mendekatkan diri pada-Mu. Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here