“Rencanamu Ya Tuhan, Baik Adanya”: Renungan, Sabtu 12 Juni 2021

0
777

Pw Hati Tersuci SP Maria (P)

 2 Kor 5:14-21; Mzm. 103:1-2.3-4.8-9.11-12; Mat. 5:33-3, atau dr RUybs.

Dalam bacaan pertama terlebih khusus dalam ayatnya yang ke-17 dikatakan: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Ayat ini mau menjelaskan  bahwa kita yang adalah umat-Nya sungguh-sungguh sudah dikuasai dan bahkan sudah diubah yang mana kita telah menjadi pengikut-Nya yang sungguh-sungguh percaya pada Tuhan kita Yesus Kristus. Kita yang merupakan ciptaan-Nya harus sungguh-sungguh menjadi pengikut-Nya. Mengapa demikian? Karena kita telah melihat bagaimana kasih Kristus yang sungguh besar kepada kita umat-Nya.

Bacaan Injil hari ini menunjukkan kepada kita bagaimana menjadi pengikut yang baik dan setia dalam hubungannya dengan bacaan pertama yang telah dikatakan bahwa kita sudah dikuasai dan menjadi pengikut-Nya. Hal ini bisa kita temukan dalam Injil Matius 5:17 yang berbunyi “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan:tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat”. Yesus Kristus mau menunjukkan pada kita yang adalah pengikut-Nya untuk bisa memberikan kesaksian yang sungguh-sungguh keluar dari hati dan sekaligus mengatakan yang jujur.

Maka dari itu, bila kita melaksanakan apa yang menjadi ajaran dari Tuhan kita Yesus Kristus, kita percaya bahwa hidup kita akan membawa berkat bagi banyak orang serta menghasilkan buah-buah kebaikan lainnya. Saudara-saudari terkasih, hari ini Gereja Universal memperingati “Hati Tersuci Santa Perawan Maria”. Bunda Maria telah menjadi bukti bahwa ia merupakan pengikut yang setia. Itu bisa kita lihat dalam ketulusan hati dari Bunda Maria. Ketulusan hati Bunda Maria telah menghasilkan buah-buah kebaikan dan itu telah menjadi teladan bagi kita sebagai pengikut atau murid Kristus. Sikap Bunda Maria yang rendah hati, percaya akan rencana Tuhan, memiliki cinta terhadap sesama dan selalu tabah. Hal-hal baik inilah yang harus kita teladani dari Bunda Maria yang merupakan ibu Tuhan kita Yesus Kristus. Walaupun seorang ibu Tuhan, ia tetap menjadi hamba Tuhan yang rendah hati. Untuk itu seperti dalam Mzm 103:2 “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

(Fr. Brian Leonardus Salea)

“Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat” (Mzm. 103:4).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga aku terus hidup dalam rencana-Mu dan selalu memuji dan memuliakan nama-Mu. Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here