“Larangan”: Renungan, Kamis 10 Juni 2021

0
534

Hari Biasa (H)

2Kor. 3:15-4:1,3-6; Mzm. 85:9ab-10,13-14; Mat. 5:20-26.

Tentu kita semua mengetahui bahwa orang yang berdosa jika ingin masuk surga hanya melalui salah satu cara yakni bertobat. Jika kita ingin bertobat ada banyak cara yang bisa kita lakukan entah itu berbalik kepada Allah atau juga bisa dengan cara melaksanakan apa yang dikatakan oleh Yesus. Dari semua kesalahan yang telah kita perbuat entah itu kepada sesama terutama kepada Tuhan pernahkah kita berpikir untuk bertobat dari kesalahan yang telah kita perbuat?

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang Yesus dan Hukum Taurat. Yesus berkata bahwa kamu telah mendengarkan yang difirmankan kepada nenek moyang kita: jangan membunuh; siapapun yang membunuh harus dihukum. Tetapi aku berkata kepadamu setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: kafir harus dihadapkan kepada Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang bernyala-nyala.

Kata-kata yang diucapkan Yesus di hadapan orang banyak bahwa membunuh, menyebut orang kafir serta berkata jahil adalah dosa sebab itu dilarang oleh Allah. Terkadang kita manusia berpikir bahwa keyakinan orang lain yang berada di luar keyakinan kita disebut kafir. Menyebut orang lain kafir sangat dilarang oleh Yesus sebab itu dalam kehidupan kita, kita jangan menyebut orang lain kafir sebab itu adalah salah satu dosa. Juga dalam kehidupan kita sering menemukan orang-orang atau teman-teman ataupun kita sendiri terkadang mengeluarkan kata-kata jahil, kita tidak menyadari bahwa kata-kata jahil yang keluar dari mulut itu dilarang oleh Yesus.

Melalui warta gembira hari ini, kita diajak untuk menghormati keyakinan  orang lain dengan jangan menyebut mereka kafir sebab jika kita menyebut mereka kafir maka kita sudah berbuat dosa dan melanggar apa yang dikatakan oleh Yesus. Adapun kita harus sadar bahwa kata-kata jahil yang keluar dari mulut kita itu adalah sebuah dosa yang mana itu dilarang oleh Allah sebab itu kita harus menghormati keyakinan orang lain dan dalam kehidupan kita hendaknya jangan mengeluarkan kata-kata jahil.

                                                                                                (Fr. Juventus Y. Rahangiar)

“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat. 5:20).

Marilah Berdoa:

Tuhan, bimbinglah aku agar selalu mendengarkan dan menuruti perintah-Mu. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here