“Penantian Telah Tergenapi”: Renungan, Kamis 24 Desember 2020

0
587

Hari Biasa Khusus Adven, Vigili Natal (P)

(Bacaan Pagi) 2 Sam. 7:1-5,8b-12,16, Mzm. 89:23,4-5,27,29; Luk. 1:67-79

Menantikan peristiwa kelahiran seorang bayi yang membawa kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat mendebarkan bagi sebuah keluarga. Tentunya ada banyak yang dipersiapkan untuk menantikan saat itu. Agar sesuai dengan harapan tersebut. persiapan dibuat sehingga sukacita kegembiraan semakin besar dalam keluarga tersebut.

Hari ini adalah hari penantian bagi semua umat Kristiani, tepatnya pada sebentar malam, yaitu penantian akan lahirnya Penyelamat dunia. Peristiwa Agung dinanti-nantikan itu akan segera tergenapi malam hari ini. Tetapi, sebelum itu, bacaan Injil pada pagi hari ini mengajak kita untuk melihat terlebih dahulu rasa syukur oleh Zakharia melalui kidungnya karena peristiwa yang ia nantikan telah tergenapi, yaitu kelahiran anaknya yang bernama Yohanes yang merupakan buah dari pengharapan yang teguh dari Zakharia dan isterinya.

Dengan tergenapinya hari penantian yang telah ditunggu-tunggu, Zakharia melambungkan kidung pujian kepada Allah yang telah mendengarkan doa dan harapannya. “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya”, demikian seruan Zakharia untuk menunjukkan bahwa Allah telah datang untuk menolong umat-Nya dan membawa keselamatan bagi umat-Nya.

Allah datang ke dunia dalam diri Yesus Kristus, Putera Tunggal-Nya, yang telah Ia janjikan sejak dahulu kala. Dalam bacaan pertama  Allah telah menjanjikan kepada Daud keluarganya akan lahir Penyelamat atau Mesias dalam keturunannya dan keluarga Daud dan kerajaannya akan tetap kokoh. “ Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, tahtamu akan kokoh untuk selama-lamanya” (2 Sam. 7:16). Janji Allah itu telah tergenapi dengan kedatangan Yesus Kristus yang datang laksana fajar cemerlang yang akan menyinari dunia dari kegelapan dan menyelamatkan manusia dari dosa.

Melalui bacaan-bacaan hari ini, kita semua lebih diteguhkan lagi akan harapan kita akan keselamatan, bahwa janji Allah itu akan segera kita rasakan dalam kehidupan kita dan penantian yang telah kita persiapkan tidak akan sia-sia, melainkan menghasilkan buah yang  penuh karunia dan rahmat, yaitu cahaya yang akan menerangi hati dan pikiran kita. Semoga hati kita telah dipenuhi rasa syukur dan telah dibersihkan melalui pertobatan agar layak menyambut malam yang suci dan penuh berkat nanti, malam di mana Allah melawat umat-Nya.

   (Fr. Bosco Pontoh)

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (Luk. 1:68).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kedatangan Yesus ke dunia semakin menyinari kehidupan kami agar tetap terarah pada kehendak-Mu. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here