“Menjadi Manusia dan Terang » : Renungan, Minggu 2 Februari 2020

0
4110

Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah (P)

Mal. 3:1-4; Mzm. 24:7,8,9,10; Ibr. 2-14-18; Luk.2:22-40

Saudaraku terkasih, hari ini Gereja secara universal merayakan Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Perayaan ini dirayakan 40 hari setelah kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus yang rela menjadi manusia dan tinggal di antara kita.  

Saudaraku terkasih, bacaan-bacaan hari ini mau memperlihatkan kepada kita bahwa Yesus adalah  utusan yang datang untuk membawa keselamatan. Dalam bacaan pertama, Nabi Maleakhi mewartakan tentang kedatangan Allah di tempat suci. Maleakhi tampil untuk menguatkan iman umat. Umat Israel pada waktu merasa putus asa, khususnya para imam.  Mereka merasa bahwa Tuhan tidak ada ketika mereka akan membangun kenisah.

Dalam situasi putus asa dan kecewa, Maleakhi berkata: “Tuan yang kamu cari itu dengan mendadak akan masuk ke dalam Bait Allah. Malaikat perjanjian yang kamu kehendaki itu sesungguhnya Ia datang”. Perkataan Maleakhi tersebut terpenuhi dalam bacaan Injil hari ini, yang mengisahkan tentang Yesus yang dipersembahkan di bait Allah. Peristiwa yang membawa pengharapan bagi umat seluruh manusia.

Yesus yang rela menjadi manusia dan tinggal diantara kita, kini diserahkan dalam Bait Allah. Peristiwa ini mau menggambarkan bahwa Kristus sang Immanuel akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Simeon dan Hana telah menyambut kanak-kanak Yesus dengan penuh suka cita.

Dalam diri Simeon ia telah melihat keselamatan yang dari Allah, yang telah disediakan di hadapan segala bangsa dan kemuliaan bagi seluruh umat Israel. Dan Hana melihat dalam diri Yesus terpenuhi kerinduan semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Simeon dan Hana telah memberikan kesaksian bahwa keselamatan telah nyata dan datang di tengah-tengah kita.

Peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah mau memberikan pesan kepada kita bahwa Yesus adalah Utusan Allah yang rela menjadi manusia. Ia adalah Sang Penyelamat umat manusia. Lewat kematian-Nya Ia mengangkat harkat dan martabat manusia dari dosa. Peran Maria dan Yusuf yang membawa Yesus ke Bait Allah, mau menggambarkan bagaimana orang tua bertanggung jawab untuk mempersembahkan anak-anak di hadirat Allah. Sementara itu Simeon dan Hana bersuka cita menyambut kanak-kanak Yesus. Semoga kita juga bersuka cita ketika kita berjumpa dengan Tuhan.

(Fr. Jito Sanggale)

“Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu” (Luk. 22:30).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga hati dan budiku dapat menjadi persembahan yang pantas bagi-Mu. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here