“Mengucap Syukur” : Renungan, Minggu 13 Oktober 2019

0
3972

Hari Minggu Biasa XXVIII (H)

2Raj. 5:14-7; Mzm. 98:1,2, 3ab,3cd-4; 2Tim. 2:8-13; Luk. 17:11-19

Mengucap syukur dan terima kasih merupakan kata yang sering kita dengarkan. Bahkan, kita sendiri pun pernah mengucapkannya. Misalnya ketika kita menolong orang, pasti kata yang mereka ucapkan yaitu terima kasih. Hal ini mau menunjukkan bahwa orang tersebut tidak lupa balas jasa kepada orang yang telah membantunya. Ungkapan sederhana, tetapi memiliki makna mendalam.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus. Yesus dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika orang-orang kusta mendengar bahwa Yesus berada di suatu desa, maka mereka pergi menemui Dia. Dari kejauhan mereka berteriak kepada Yesus memohon belaskasihan-Nya. Kemudian, Yesus memandang mereka, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan.

Dari kesepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus, hanya satu orang saja yang sadar pentingnya mengucap syukur. Yaitu orang Samaria yang dikenal sebagai orang yang tidak mengenal Tuhan. Ia kembali kepada Yesus karena  menyadari bahwa dirinya telah sembuh dari penyakit. Hal ini membuat Yesus memuji orang Samaria. Karena ia terbuka hati dan percaya bahwa Yesus adalah sumber segala kesembuhan serta keselamatan bagi mereka yang mau datang dan minta tolong kepada-Nya. Iman inilah yang menyelamatkannya dari penyakit jasmani maupun rohani. Hal ini juga ditegaskan dalam bacaan pertama. Iman dan kepercayaan Naaman kepada Allah telah menyelamatkan dan menyembuhkan dia dari sakit kusta.

Di zaman modern ini, terkadang kita juga seperti sembilan orang kusta yang telah disembuhkan oleh Yesus.  Kita tidak  mau kembali kepada Yesus untuk berterima kasih dan mengucap syukur. Lebih parah lagi, kita sering memohon bantuan-Nya dengan kecenderungan bersungut-sungut di hadapan-Nya. Hal ini agar permohonan kita dikabulkan. Akan tetapi, setelah dikabulkan kita lupa untuk mengucap syukur atau berterima kasih kepada-Nya. Maka itu, melalui bacaan-bacaan hari ini, Yesus mengajak kita supaya selalu berterima kasih dan mengucapkan syukur dalam hidup kita dalam situasi apapun.

          (Fr. Rewilianus Paisu)

Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Luk. 17:19)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku agar selalu mengucap syukur kepada-Mu baik dalam untung maupun malang. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here