“Mengembangkan Iman”: Renungan, Minggu 6 Oktober 2019

0
4265

HM Biasa XXVII (H)

Hab. 1:2-3; 2:2-4; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; 2Tim. 1:6-8,13-14; Luk. 17:5-10.

Hidup setiap orang seringkali terhalang oleh berbagai tantangan. Tak jarang tantangan itu terasa begitu berat sampai membuat orang mudah mengeluh, dan bahkan menyerah.

Dalam bacaan pertama sikap seperti itu muncul dalam diri nabi Habakuk ketika ia melihat penindasan, kejahatan dan kelaliman. Habakuk berseru: “Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak kautolong”.

 Dalam bacaan Injil pun, para Rasul sadar akan keterbatasan mereka dalam menghadapi setiap tantangan yang ada. Mereka berseru kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Mereka meminta pertolongan kepada Tuhan.

Jawaban Yesus atas seruan para rasul itu amat mengesankan. “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” Jawaban Yesus ini bukanlah sebagai teguran kepada para rasul karena mereka seolah-olah tidak mempunyai iman. Tetapi jawaban Yesus ini menjadi anjuran bagi para rasul untuk menghayati iman dengan sepenuhnya. Iman mereka sudah ada, tetapi  perlu dikembangkan lagi.

Ajakan yang sama juga disampaikan Paulus dalam suratnya kepada Timotius dalam bacaan kedua. Paulus memperingatkan Timotius untuk mengobarkan kasih karunia yang telah ia peroleh. Paulus berharap agar dengan mengembangkan kasih karunia yang telah diterimanya, Timotius dapat semakin berani bersaksi tentang Kristus dan ikut menderita bagi Injil Kristus.

Marilah kita juga semakin berusaha mengembangkan iman kita kepada Allah agar dalam menghadapi setiap tantangan dan persoalan dalam hidup ini, kita dapat dimudahkan dalam mengatasi semua itu. Sehingga kita semakin berani dalam menjalankan setiap tugas kita terutama dalam mewartakan Injil Karya Keselamatan Allah.

Jika kita telah rela mengorbankan banyak hal demi mewartakan Injil Kristus, tentu Kristus juga akan selalu ada beserta kita ketika kita berusaha mengatasi setiap masalah dan persoalan hidup kita. Semua hal tentu dapat teratasi jika Tuhan ada beserta kita.

(Fr. Gabriel Billy Runtu)

“Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu” (Luk. 17:6).

Marilah berdoa:

Tuhan bantulah aku untuk terus berusaha mengembangkan imanku kepada-Mu agar setiap masalah yang kuhadapi dapat kuatasi sesuai kehendak-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here