“Marta dan Maria Sebagai Pelayan”: Renungan, Minggu 21 Juli 2019

0
4230

Hari Minggu Biasa XVI (H)

Kej. 18:1-10a; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Kol. 1:224-28; Luk. 10:38-42

Dalam perjalanan mewartakan kabar sukacita, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Betania. Di sana Yesus berjumpa dengan dua wanita bersaudara yakni Marta dan Maria. Dalam menyambut Yesus, kedua saudara ini menunjukkan sikap yang berbeda. Sikap Marta yakni melayani Tuhan, sedangkan Marta sibuk di dapur untuk mempersiapkan makan dan minum untuk Yesus dan murid-murid-Nya. Tentu hal yang dibuat oleh Marta tidak ada yang salah karena Marta mau menunjukkan penerimaan yang pantas bagi tamu yang datang. Marta tampil sebagai tuan rumah yang baik untuk menyambut tamu. Apalagi  hubungan keluarga antara Marta dan Maria dengan Yesus diketahui sudah begitu  dekat.  Maka adalah tindakan bijak yang diambil oleh Marta untuk melayani Yesus dan murid-murid-Nya.

Maria mengambil sikap yang lain. Dia tidak membantu Marta yang sibuk di dapur tetapi Maria justru duduk dekat mendengarkan Yesus. Bentuk penerimaan yang dilakukan Maria baik juga adanya, karena Maria mau melayani Tuhan dengan menunjukkan sikap mendengarkan sabda Tuhan. Selain itu, Maria tidak mau Yesus dan murid-murid-Nya duduk di ruang tamu tanpa penyambutan dari tuan rumah. Atas sikap yang ditunjukkan Maria, Yesus memujinya: « Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya ». Perkataan Yesus ini membenarkan tindakan pelayanan “duduk mendengarkan” dari Maria, tetapi tidak mempersalahkan apa yang telah dibuat oleh Marta.

Pewartaan terhadap apa yang dibuat oleh Marta dan Maria terkadang berat sebelah. Tidak jarang orang mewartakan bahwa apa yang dibuat oleh Marta adalah salah dan apa yang dibuat oleh Maria adalah benar. Santa Teresa dari Avilla menegaskan: “Manusia secara esensial membutuhkan dua sisi yang saling melengkapi dan menyempurnakan yakni sisi fisik-manusiawi dan sisi rohaniah-spiritual.”

Pelayanan yang ditampilkan oleh Marta dan Maria dalam menyambut Yesus dan murid-murid-Nya memberi pelajaran hidup kepada manusia. Dalam setiap aktivitas, sesibuk apapun kita, janganlah pernah lupa untuk datang kepada Tuhan. Kita tetap punya waktu untuk Tuhan, di dalamnya kita membiarkan Tuhan berbicara dan mencurahkan rahmat-Nya untuk kehidupan kita. Kalua begitu, Ora Et Labora, selalu relevan bagi hidup keberimanan kita.

(Pst. Melky Malingkas, Pr)

Marta menerima Yesus di rumahnya” (Luk. 10:38).

Marilah Berdoa:

Tuhan, berilah rahmat yang kami butuhkan setiap hari, agar kami tetap berharap kepada-Mu dalam aktivitas dan pekerjaan kami.  Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here