“Kekuatan Iman”: Renungan, Kamis 4 Juli 2019

0
4070

Hari Biasa (H)

Kej. 22:1-19; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Mat. 9:1-8

Dewasa ini, banyak orang akhirnya meninggalkan iman akan Kristus akibat perkembangan dunia yang semakin maju. Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi unsur utama dari sebuah keputusan untuk meninggalkan iman akan Kristus. Kehadiran IPTEK menggeser kedudukan iman dalam keselamatan manusia. Kepercayaan terhadap IPTEK menjadi prioritas dari pada iman. Manusia yakin bahwa IPTEK mampu menyelamatkan hidup dari pelbagai persoalan.

Sabda Tuhan hari ini memberikan sebuah kesaksian yang kuat bahwa iman merupakan prioritas dalam tata keselamatan manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebuah sarana untuk membantu manusia. Ia tidak dapat dan mampu menggantikan posisi iman dalam keselamatan manusia. Hal ini ditunjukkan lewat peristiwa penyembuhan yang terjadi. Mukjizat yang terjadi memperlihatkan secara jelas bahwa iman merupakan unsur pokok dan mendasar. Dengan iman, manusia boleh sampai kepada keselamatan baik secara jasmani maupun rohani.

Iman merupakan tindakan  penyerahan diri secara total kepada Allah. Totalitas pemberian diri kepada Allah menjadi bukti iman yang begitu sempurna. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang lumpuh yang mendapat kesembuhan. Sebaliknya, orang yang tidak beriman berarti tidak percaya dan menyerahkan diri secara total kepada Allah. Inilah yang ditampilkan oleh para Ahli Taurat dalam Sabda Tuhan hari ini. Bahkan lebih ironis lagi dengan mengatakan Yesus menghujat Allah.

Kita sering mendapat pelbagai persoalan dalam hidup yang membuat kita kecewa, frustasi dan lain sebagainya. Dalam situasi ini, banyak orang tak jarang mempersalahkan Tuhan. Konsekuensinya, menjadi pasif dalam kegiatan gerejani, mengikuti misa hanya karena merasa ditekan, dan lain-lain. Bahkan lebih dari itu, ada yang berusaha untuk meninggalkan iman akan Yesus.

Berhadapan dengan situasi  demikian, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk selalu menaruh iman dan kepercayaan kepada Kristus. Sekalipun dalam keadaan yang kurang baik. Sebab dengan iman, kita mampu melewati pelbagai kesulitan, kesusahan, dan memperoleh keselamatan. Iman merupakan kekuatan dasar yang paling solid dibandingkan dengan segala sesuatu. Iman merupakan sumber hidup yang menyegarkan dan menyelamatkan semua orang. Barang siapa percaya dan berpegang teguh pada peraturan-Nya,  ia akan memperoleh kebahagiaan abadi.

(Fr. Efrianus Kaka Embu)

“Tuhan memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah tetapi diselamatkan-Nya aku” (Mzm.116:6)

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah aku untuk selalu mengarahkan  hidupku kepada-Mu,  sumber hidupku. Amin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here