“Hidup dalam Roh”: Renungan, Minggu 26 Mei 2019

0
2245

Hari Minggu Paskah VI (P)

Kis.15:1-2,22-29; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Why.21:10-14,22-23; Yoh. 14:23-29

Ada banyak hal yang ditawarkan oleh dunia zaman ini bagi kita. Tak dapat dipungkiri bahwa kita pun sering terbuai oleh tawaran-tawaran itu. Kekayaan dan kekuasaan yang ditawarkan dunia zaman ini seperti pedang bermata dua. Hal itu dapat membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Akan tetapi di sisi lain, hal itu membuat kita semakin menjauh dari Tuhan.  Inilah yang menjadi pergumulan hidup kita sebagai pengikut Kristus.

Dalam menghadapi pergumulan hidup ini,  para rasul memberikan kepada kita pelajaran yang begitu berharga. Mereka mengajarkan kepada kita supaya hidup dalam tuntunan Roh Kudus. Saat itu, para rasul mengalami persoalan yang begitu besar yaitu perlukah orang-orang Kristen yang bukan yahudi disunat atau tidak? Hal inilah yang membuat para rasul  mengadakan konsili yang pertama di Yerusalem. Berkat tuntunan Roh Kudus, mereka dapat membuat keputusan yang tepat dan bijaksana. Konsili itu memutuskan bahwa orang-orang Kristen yang bukan dari Yahudi itu tidak diwajibkan untuk disunat. Beriman kepada Kristus dan memelihara kesucian diri itulah yang menjadi modal keselamatan bagi kita.

Dalam amanat perpisahan-Nya, Tuhan Yesus menjanjikan Penghibur bagi kita semua. Penghibur yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus itu adalah Roh Kudus.  Roh Kuduslah yang akan mengajarkan dan mengingatkan semua ajaran yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus. Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengamanatkan kepada kita agar tunduk dan taat kepada tuntunan Roh Kudus. Roh itulah yang akan membukakan mata, hati dan pikiran kita sehingga iman kita semakin diteguhkan. Satu hal yang dituntut oleh Tuhan Yesus bagi kita adalah kesetiaan dalam melaksanakan kehendak-Nya dan mengikuti-Nya. Inilah yang menjadi bukti cinta kasih kita kepada Tuhan Yesus.

Apabila kita dengan setia hidup dalam tuntunan Roh Kudus, kita akan dilayakkan untuk mengalami kemuliaan Allah. Kita akan mengalami hidup berbahagia bersama dengan Allah dalam Yerusalem yang baru. Suatu kota yang turun dari surga yang dipenuhi dengan segala kegemilangan dan kemuliaan Allah. Itulah yang menjadi jaminan keselamatan bagi kita. Tempat di mana Allah memuliakan orang-orang yang setia kepada-Nya.

(Fr. Malvin Karundeng)

“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 14: 26).

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga aku semakin setia dalam tuntunan Roh Kudus. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here