“Kasih yang Mengalahkan Segalanya”: Renungan, Minggu 19 Mei 2019

0
1120

Hari Minggu Paskah V (P)

Kis. 14:21b-27; Mzm.145:8-9,10-11,12-13ab; Why. 21:1-5a; Yoh. 13:31-33a,34-35.

Kebangkitan Kristus menjadi inti kesaksian iman Kristiani. Persekutuan para murid pun percaya bahwa Allah sungguh hadir dan berkarya di dalam kehidupan manusia dengan cara mengasihi seluruh ciptaan-Nya dan hendak menarik seluruh manusia dalam persukutuan mesra dan bahagia bersama dengan Dia dalam kekekalan. Kebangkitan Kristus menjadi jaminan hidup abadi, di mana Yesus Kristus sendiri mengungkapkan kasih-Nya pada manusia lewat penderitaan dan wafat di salib untuk menebus dosa-dosa manusia, dan bangkit sebagai pemenang yang mengalahkan kuasa dosa dan maut itu. Pernyataan kasih Allah bagi manusia terungkap secara mengagumkan dalam misteri Paskah Kristus, Putra-Nya.

Injil hari ini dikisahkan dalam terang “kasih”, di mana perintah baru dari Yesus kepada para murid-Nya, tetap hidup dalam tugas dan perutusan mereka. Hal itu diungkapkan-Nya sambil menunjuk pada bagaimana Ia sendiri telah mengasihi para murid-Nya saat ada bersama-sama dengan mereka, “sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Dengan begitu, “kasih” menjadi tanda pernyataan diri atau karakteristik dari para murid Kristus.

Berbicara tentang “kasih”, tentu saja tampak di sini bahwa “kasih” itu bukan hanya suatu ungkapan kata saja. Kasih Yesus terungkap secara nyata dalam tindakan-Nya. Dalam hal itu, tidak sedikit ungkapan kasih yang dinyatakan oleh Yesus dalam tindakan. Diantaranya, yakni kesaksian para murid sendiri di dalam pewartaan mereka, termasuk di dalamnya ungkapan: “tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”. Dengan demikian, setiap pengikut Kristus pun senantiasa terpanggil untuk bukan hanya sekedar berkata-kata tentang “kasih” itu sendiri, tetapi terlebih mengungkapkannya secara nyata dalam hidup sehari-hari.

Ungkapan “kasih” melekat dalam diri para pengikut Kristus. Ungkapan “kasih” menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi para pengikut Kristus. Kebanggaannya adalah bagaimana setiap orang beriman dapat berusaha membangun persekutuan yang mencerminkan hadirnya Kerajaan Allah di dunia yang penuh damai, sukacita dan bahagia dengan pernyataan dan ungkapan kasih. Tantangannya adalah bagaimana umat beriman tetap setia mengatakan kasihnya, bahkan dalam pergumulan atau pertentangan yang dialami. Di sini, hal yang dapat diingat dari buah paskah Kristus yakni akan ada sukacita dan kemuliaan abadi bagi mereka yang berjalan sesuai kehendak Allah.

(Fr. Koresh Lila)

“Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh.13:34b).

Marilah berdoa:

Bapa, berikanlah kami hati yang tetap setia untuk mengasihi setiap orang. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here