“Jangan Kuatir”: Renungan, Sabtu 23 Juni 2018

0
6300

Hari Biasa (H)

2Taw. 24:17-25; Mzm. 89:4-5,29-30,31-32,33-34; Mat. 6:24-34. 

Memperjuangkan kehidupan dan segala hal yang ada dalam hidup adalah ciri khas manusia. Kita selalu berjuang karena kita memiliki harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Ada yang berjuang mencari nafkah untuk keluarga, ada yang berjuang untuk mendidik anak-anak, ada yang berjuang untuk memperoleh prestasi akademik, ada yang berjuang untuk senantiasa hadir di Gereja tepat pada waktunya dan berbagai macam perjuangan lainnya.

Meskipun demikian, perjuangan atas hidup dan harapan yang dimiliki seringkali terbentur dengan beragam kekuatiran. Ada orang yang bahkan menyerah dengan perjuangannya karena beragam kekuatiran yang ada dalam dirinya. Ia dihantui oleh beragam kekuatiran yang belum tentu terjadi.

Kekuatiran rupanya menghalangi orang untuk berjuang atas hidupnya. Kekuatiran juga membuat orang lupa bahwa di balik setiap perjuangan hidupnya, Tuhan selalu ada. Yesus sebagai Tuhan dan sahabat manusia menyadari akan hal ini. Ia melihat situasi manusia amat memprihatinkan bila senantiasa dilanda oleh kekuatiran.

Manusia pasti tak lagi memiliki optimisme untuk memperjuangkan hidupnya. Untuk itu, dalam kotbah-Nya di bukit, Yesus memberikan peneguhan kepada manusia agar jangan kuatir dengan hidupnya. Ia berkata, “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, akan apa yang hendak kamu pakai.”

Pernyataan Yesus ini menyiratkan suatu peneguhan yang luar biasa bagi setiap pengikut-Nya. Ia ingin agar setiap manusia memiliki optimisime dan menyingkirkan segala kekuatiran yang senantiasa melandanya.

Peneguhan Yesus ini serentak pula disertai dengan suatu alasan yang luar biasa, yakni Allah. Allah adalah bukti dan tanda paling nyata yang akan mendandani manusia dan membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Allah adalah jawaban dan sosok yang akan hadir untuk membantu manusia dalam setiap perjuangannya.

Untuk itu, setiap orang harus mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, dalam setiap perjuangannya. Dengan mengandalkan Tuhan, setiap usaha dan harapan manusia akan tercapai.

Peneguhan Yesus adalah kekuatan luar biasa bagi setiap pengikut-Nya. Peneguhan-Nya merupakan jaminan hidup di dunia maupun di surga. Artinya, dengan senantiasa mengandalkan Allah, kita memiliki hidup yang lebih baik di dunia maupun di surga.

Sudah sepatutnya kita hidup dari Sabda yang menyelamatkan ini. Singkirkan segala kekuatiran, tetap berjuang untuk hidup dan tetap andalkan Allah dalam setiap perjuangan hidup. Allah akan selalu ada untuk setiap orang yang menaruh kepercayaan pada-Nya.

(Fr. Jefri Lumentut)

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidup-Mu (Mat. 6:25a).

Marilah berdoa:

Tuhan, aku tidak akan kuatir karena Engkau selalu ada bersamaku. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here