“Pengantaraan Kristus”: Renungan, 15 April 2018

0
1008

Panggilan untuk selamat telah diperuntukkan oleh Allah kepada kita manusia sejak zaman Abraham, Ishak dan Yakub dalam Perjanjian Lama. Titik puncak nubuat itu terungkap dalam pribadi Allah Putera yakni Yesus Kristus, sebagai panggilan Allah dan puncak dari kasih Allah. Ini berarti, pengantaraan Yesus adalah buah perutusan Allah Bapa yang mau dan berinisiatif untuk menyelamatkan manusia dari dosanya. Hal itu membuat, kita merasa dimerdekakan oleh pengantaraan Kristus yang mau menerima tugas untuk menderita di kayu salib dan kini bangkit demi kemuliaan kita manusia sebagai anak-anak Allah.

Bacaan-bacaan hari ini mempertegas nubuat keselamatan itu, lewat gambaran tindakan Yesus yang telah dibuat selama hidup-Nya. Penegasan itu juga menjadi penegasan Yesus untuk kini dan selamanya. Karena itu, bacaan Kitab Suci memberikan kepada kita dua bentuk kemerdekaan dari kepengantaraan Kristus. Pertama, pengantaraan Kristus hendak menyatakan suatu kebenaran bahwa seluruh tindakan dan penderitaan Kristus telah dinubuatkan sejak semula demi keselamatan manusia. Itulah sebabnya, penderitaan Kristus di kayu salib adalah buah dari kebenaran dan menjadi panggilan untuk memberi nubuat akan kebenaran itu bagi semua orang. Hal kedua yang dipertegas yakni bahwa kepengantaraan Kristus mau menyatakan suatu buah kesatuan dengan Kristus dan Bapa yang mengutus Putra-Nya.

Oleh sebab itu, keselamatan oleh pengantaraan Kristus menyatakan suatu kepenuhan kasih dari Allah Bapa dan Putera serta Roh Kudus yang memberi kita pengertian untuk memahami sabda atau firman-Nya. Bagi kita yang taat pada firman dan hidup menurut teladan-Nya, kita akan selalu ada di dalam Dia. Maka, hal yang menunjuk pada kepengantaraan Kristus itu menyatakan buah damai dan damai itulah yang menyejahterakan kita dari dosa dan ketidaksadaran akan berkat dari Allah untuk kita. Itulah mengapa, ketika bersama para murid, Yesus selalu membuka suasana dengan ungkapan damai, untuk mempertegas bahwa Allah selalu menyertai kita ketika kita mengalami ketakutan. Dan terlebih damai mengungkapkan saat mana kita bisa memahami sesuatu dan mengerti bahwa rencana Allah sungguh mengagumkan. Semua itu berkat kepengantaraan Kristus. Dalam masa Paskah ini kita diajak untuk menyerahkan hidup pada Kristus, agar dunia tahu bahwa Kristuslah yang memberi kita kemerdekaan dari dosa. Dengan begitu, kita akan diangkat sebagai anak-anak Allah.

(Fr. Edward Salilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here