“Kerajaan Allah”: Renungan, 10 April 2018

0
4574

Seringkali kita mendengar ungkapan ini, “tujuan akhir manusia adalah masuk surga”. Ungkapan ini hanya terjadi apabila ada kesatuan hidup yang intens dengan Allah dalan perkataan maupun tindakan. Karena itu, masuk Surga merupakan hidup baru dalam Kristus. Dan syarat menuju hidup baru ialah lahir kembali dalam Kristus lewat bertobat dan melakukan yang benar dihadapan Allah.

Dalam bacaan Injil, Yesus mengungkapkan tentang jalan menuju Surga,  yakni orang yang lahir kembali dalam Kristus. Namun yang membuat Nikodemus kurang menyakini ialah bagaimana mungkin manusia bisa lahir kembali jika ia sudah lahir dan hidup seperti manusia lain? Menanggapi pertanyaan Nikodemus, Yesus menjelaskan tentang kelahiran kembali bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah harus dilahirkan dari “air dan roh”. Dilahirkan dari air dan roh, yakni hidup kita dinaungi, diberkati oleh Allah sehingga dalam hidup menuju kebahagiaan kekal, manusia mampu untuk menyelaraskan antara perkataan dan tindakan.

Masuk ke dalam Kerajaan Surga adalah cita-cita umat beriman, tanpa terkecuali. Kerajaan surga dapat dimaknai oleh kita lewat percaya bahwa keselamatan selalu berasal dari Allah. Namun tindakan yang mesti dilakukan ialah mengubah cara hidup kita yang tidak baik menjadi baik. Karena hidup yang baik, merupakan pilihan kita untuk hidup menjadi mulia atau tidak. Nikodemus menunjukkan sikap yang terbuka kepada hidup mulia, dengan bertaya kepada Yesus apakah itu mungkin. Sikap Nikodemus ini, memberikan kepastian bahwa hidup yang baik adalah pilihan. Artinya, untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah perlulah tanggapan yang konkret dari manusia yakni keselaran hidup antara perkataan dan perbuatan yang dilandaskan pada iman kepada Yesus.

Dengan demikian terbentuklah pola hidup yang benar-benar diubah menjadi cipataan Allah yang baru yakni tindakan konkret yang sesuai dengan Firman Allah. Inilah pola hidup yang diinginkan oleh Yesus sediri kepada kita. Karena Yesus tahu bahwa dengan pola hidup yang baik, memberikan pilihan kita sudah jelas bahwa akan ada hidup yang mulia bersama dengan Allah. Dan pilihan yang baik adalah pilihan yang lahir kembali bersama dengan kasih Yesus sendiri lewat pertobatan. Dengan kembalinya diri kita yang lama kepadaNya, kita diselamatkan. Dan hal itu dapat terjadi jika kita menanggapi panggilan Allah.

(Fr. Yohanes Titirloloby)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here