“Kehadiran Roh Kudus”: Renungan, 9 April 2018

0
2566

Manakah anugerah Allah yang kita anggap paling berharga? Semua anugerah yang diberikan olehNya itu berharga. Tetapi, ada satu yang paling berharga yaitu kehadiran Roh Kudus. Roh Kudus hadir sebagai Penolong yang menyertai kita yang percaya kepadaNya sampai selama-lamanya. Kehadiran Roh Kudus sebagai Penolong adalah janji Tuhan Yesus kepada murid-muridNya sebelum Ia terangkat ke surga; dan kita yang melalui pembaptisan telah menjadi muridNya.

Bacaan pertama dan Injil pada hari ini menekankan peran Roh Kudus. Dalam bacaan pertama dikatakan bahwa setelah para rasul berdoa, mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Seperti para rasul, kita pun dapat meminta tuntunan Roh Kudus yang dari Allah sendiri lewat doa (lih. Luk 11:13). Roh Kudus membuat orang menjadi berani untuk melakukan kebenaran. Jadi, tidak seharusnya kita menjadi takut jika ingin melakukan apa yang benar. Namun apabila merasa diri masih bimbang, berdoalah dan mintalah keberanian supaya Allah memberikan Roh Kudus. Kemudian dalam Injil, Roh Kudus menjadi syarat agar orang dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Yesus berkata kepada Nikodemus, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Inilah pembaptisan (Sakramen Baptis) yang ada dalam Gereja.

Melalui pembaptisan orang dilahirkan kembali secara rohani. Artinya, pembaptisan membersihkan orang dari dosa asal serta semua dosa pribadi sehingga ia menjadi kudus. Dengan begitu, Roh Kudus tinggal di dalam dirinya lalu memampukannya untuk melakukan segala perbuatan yang benar. Memang benar bahwa dosa telah merusak relasi manusia dengan Allah; namun melalui kematian Yesus dan kebangkitanNya, kita dilahirkan kembali. Demikianlah makna pembaptisan: diri kita yang lama dikuburkan bersama Yesus yang mati di kayu salib, lalu dibangkitkan kembali menjadi ciptaan baru. Ciptaan baru yang dilantik menjadi anak Allah. Di sinilah kita dimeteraikan secara kekal; meterai rohani yang tidak terhapuskan.

Kita telah memasuki pekan kedua masa Paskah. Marilah kita yang adalah anak-anak Allah senantiasa menyadari kehadiran Roh Kudus sebagai Penolong kita yang masih mengembara di dunia.

(Fr. Ansfridus Samandi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here