“KRISIS KETELADANAN”: Renungan, Selasa 21 November 2023

0
875

Pw  SP Maria Dipersembahkan kepada Allah (P)

2Mak. 6: 18-31; Mzm. 4: 2-3, 4-5, 6-7; Luk. 19: 1-10

Di masa sekarang, media sosial seolah-olah menjadi kiblat bagi anak muda. Oleh karenanya, figur di dunia nyata, sebaik apapun dia, tidak akan ada yang meniru dan mengapresiasinya selama ia belum viral di media sosial. Parahnya lagi, hal ini menjadi kebanggaan bagi kaum muda yang menjadi pemegang estafet kepemimpinan di negara kita. Hal ini sebenarnya tidak menjadi persoalan apabila konten yang dishare di media sosial merupakan sesuatu yang baik dan benar. Namun mayotitas yang viral adalah konten-konten yang menampilkan sesuatu yang tidak baik dan tidak benar, entah itu perbuatan asusila, kekerasan, dan lain sebagainya. Semua ini membuat anak muda mengalami apa yang disebut dengan krisis keteladanan.

Bacaan-bacaan yang kita dengarkan pada hari ini menceritakan tentang bagaimana kita harus menjadi teladan dalam melakukan hal baik dan benar. Dalam bacaan pertama, Eleazar memperlihatkan kepada kita bagaimana kita harus bersikap jujur dan memperjuangkan kejujuran itu. Eleazar bahkan rela mati demi memperjuangkan kebenaran tersebut.Keteladanan juga ditampilkan Tuhan Yesus dalam memperlakukan orang. Dengan identitasnyaNya, Yesus mau menegur dan menginap di rumah seorang pemungut cukai yang dikenal tidak jujur dan bersekutu dengan para penjajah bangsa Yahudi sehingga dicap sebagai orang yang berdosa. Tindakan Yesus itu justru menggugah hati Zakheus untuk bertobat dari perbuatannya yang tidak jujur, sehingga Yesus mengatakan bahwa telah terjadi keselamatan atas rumah Zakheus.

Hari ini juga Gereja memperingati Santa Perawan Maria Dipersembakan kepada Allah. Peringatan ini tentu mengingatkan kita akan sosok Maria yang menjadi teladan ketaatan bagi para pengikut Yesus Kristus, Putranya. Maria juga adalah seseorang yang baik dan benar hidupnya sehingga Allah memilihnya untuk menjadi Bunda Allah.

Sebagai pengikut Kristus, kita seharusnya menjadi teladan dalam melakukan perbuatan baik dan benar. Keteladanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh Kitab Suci pada hari ini seharusnya juga menjadi teladan bagi kita dalam melakukan perbuatan baik dan benar kepada sesama, supaya melalui perbuatan kita, orang-orang dapat memuji dan memuliakan Tuhan.

(Fr. Frumentius Nggajo)

“Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19: 9-10).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami para pengikutMu dapat menjadi teladan dalam melakukan perbuatan baik dan benar bagi sesama kami dan lingkungan hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini