“Murid Tuhan yang Militan”: Renungan,  Rabu 25 Januari 2023

0
240

Pesta Bertobatnya S. Paulus, Ras (P).

BcE  Kis. 22:3-16 atau Kis. 9:1-22; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-18.

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu”. Hari ini Gereja merayakan Pesta Bertobatnya Santo Paulus. Paulus sebelumnya bernama Saulus, merupakan murid dari rabi Gamiliel yang pandai dan sungguh-sungguh teliti untuk menghidupi ketetapan hukum Taurat. Sehingga ia sampai mengejar-ngejar murid Yesus karena keyakinannya bahwa ia melakukan hal tersebut demi kemuliaan Allah. Tindakannya itu membuat Yesus memilihnya untuk menjadi pewarta kabar gembira bagi bangsa-bangsa dengan menghampirinya dalam perjalanan ke Tarsus. Dimana dalam perjalanan tersebut ia berjumpa dengan Yesus dalam kegemilangan-Nya dan menerima perintah untuk menjadi saksi-Nya terhadap semua orang  tentang apa yang kau lihat dan kau dengar. Hal mana Paulus telah melihat dalam penampakan-Nya di Tarsus, bahwa Yesus yang diberitakan oleh para murid-Nya yang sementara dikejar-kejarnya adalah Allah yang hidup, yang sudah menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan memberikan hukum Taurat sebagai pegangan hidup, dimana setelah mengutus para Nabi, saat ini Ia mengutus Putra-Nya yang terkasih untuk menjadi manusia dan tinggal diantara kita untuk mewartakan kabar gembira. Paulus juga telah mendengar dari para Murid-Nya bahwa Ia yang telah menderita sengsara, wafat di atas kayu salib namun bangkit dengan mulia dan naik ke surga.

Injil hari ini mengajak kita semua bahwa sebagai pengikut Kristus kita memiliki tugas untuk memberitakan Injil kepada segala mahkluk, sebab siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Pertobatan rasul Paulus yang kita pestakan hari ini, mengingatkan bahwa apa yang kita anggap baik dan benar belum tentu itulah kebenaran yang sesungguhnya, oleh karena itu kita diharapkan untuk selalu berserah kepada Allah dan menjalankan perintah-perintah-Nya dengan menghidupi ajaran-ajaran Yesus Kristus yang ada dalam Kitab Suci dan Tradisi yang dijaga oleh Gereja melalui Magisterium Gereja. Ada begitu banyak suka-duka dalam hidup ini yang kita temukan, namun rasul Paulus pernah berkata bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Pesta pertobatan rasul Paulus yang kita pestakan hari ini, mengajak kita untuk selalu menghidupi ajaran-ajaran Gereja yang sudah kita dengar dari para Magisterium dan selalu mengandalkan Yesus dalam kehidupan ini, sehingga bersama dengan pemazmur kita dapat berkata sebab kasih-Nya hebat atas kita dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya. Dengan demikian marilah kita selalu bersemangat mewartakan kabar gembira melalui perkataan dan perbuatan kita sehari-hari, dimanapun kita berada.

Fr. Gregorius Legi

“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. (Mrk 16:16)

Marilah Berdoa:

Ya Allah Mahakuasa, anugerahkanlah kepada kami semangat pertobatan dan keberanian untuk menjadi pewarta kabar gembira lewat pikiran, perkataan dan perbuatan dimanapun kami berada. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here