“Melaksanakan Kehendak Allah”, Renungan Selasa, 24 Januari 2023

0
263

Pw S. Fransiskus dr Sales, UskPujG (P).

BcE Ibr.  10: 1-10 ;  Mzm. 40:2,4ab,7-8a,10,11; Mrk. 3:31-35; atau dr RUybs.

Manusia merupakan makhluk yang memiliki kehendak dan putusan untuk melakukan sesuatu. Kehendak dan putusan itu berasal dari kesadaran, karena itu kehendak yang benar kemudian akan muncul dalam tindakan yang benar pula, dengan kehendak dan tindakan yang benar itu maka kita menunjukan kehendak dan tindakan yang berasal dari Tuhan atau dengan kata lain melakukan kehendak Allah.

Bacaan hari ini menceritakan bagaimana menjadi saudara Yesus? Saudara ternyata tidak hanya lewat hubungan darah atau saudara biologis tetapi juga ada hubungan yang karena kedekatan dan hubungan yang akrab antara satu orang dengan yang lain. Injil kali ini menceritakan saudara Yesus yang datang untuk menjumpaiNya, Yesus tidak menolak mereka tetapi Yesus ingin lebih menekankan kepada mereka bahwa banyak orang dapat menjadi ibu dan saudara-saudariNya. Selain menunjukan bahwa banyak orang dapat menjadi keluargaNya, yaitu mengajak mereka melakukan kehendak Allah. dengan mengajak mereka melakukan kehendak Allah dan menjadi keluargaNya hal ini menunjukan bagaimana kesatuan Yesus dan Allah, dengan tujuan yang sama yaitu menyatukan mereka atau semua orang dalam satu keluarga, yaitu keluarga Allah. Tujuan ini memperlihatkan bahwa kuasa Yesus dan perutusan Yesus bukanlah berasal dari kuasa yang lain melainkan Kuasa yang berasal dari Allah. Sebab Dialah Allah yang menunjukan kuasa dan perutusan itu dengan tujuan yang sama menyelamatkan manusia yang mau menjadi keluargaNya. Contoh yang bisa diambil yaitu ibu dan saudara-saudaraNya yang datang merupakan contoh bagi mereka yaitu yang telah melakukan Kehendak Allah.

Pertanyaannya, maukah kita menjadi keluarga Allah, keluarga Kristus? Kita semua pasti mau. Tetapi kata mau tidaklah cukup. Kata mau merupakan sebuah ungkapan yang hendaknya tertuang dalam kehendak dan tindakan kita. karena itu dengan mau menjadi saudara dan keluarga Allah atau Kristus berarti kita mau melakukan kehendak Allah. Kehendak Allah berarti kehendak kepada kebenaran dan menjauhi dosa. Karena itu melakukan kehendak Allah berarti melakukan kebenaran dan menjauhi dosa. Hal ini dapat kita contohi seperti bunda Maria, ibu Yesus yang melakukan kehendak Allah dengan kepenuhan Roh Kudus dan melaksanakannya dengan sepenuh hati dan kesetiaan. Contoh lain lagi yaitu, St. Fransiskus dari Sales yang kita peringati hari ini. Keteguhannya sebagai seorang pujangga gereja dan dengan mengajarkan iman katolik sebagai iman yang benar dan berasal dari Roh Kudus patut untuk kita teladani. Sebab, melakukan kehendak Allah juga berarti seorang mau menerima Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita. Dengan menerima Roh Allah ini berarti kita akan terarah kepada kebenaran itu dan kita pun akan mampu bertindak atas kehendak Allah. Dengan demikian, warta sukacita lewat Injil dan St. Fransiskus dari Sales yang kita peringati hari ini, mau mengajak kita semua untuk menjadi keluarga Yesus dengan melakukan kehendak Allah dalam diri kita. Amin.

(Fr. Panji Dianomo)

“Barang siapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah IbuKu” (Mrk. 3:35)

Marilah berdoa:

Allah Bapa yang Mahabaik, berilah kami rahmat dan kekuatan agar kami dapat senantiasa melakukan kehendakMu selalu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here