“Mari ikutlah Aku” : Renungan, Minggu 22 Januari 2023

0
552

Hari Minggu Biasa III ; Hari Minggu Sabda Allah (H)

BcE Yes. 8:23b-9:3; Mzm. 27:1, 4, 13-14; 1 Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23.

Hari ini Gereja merayakan hari minggu Sabda Allah. Kristus adalah Sabda yang menjelma menjadi manusia dan hadir dalam seluruh kehidupan manusia. Injil memaparkan suatu gambaran akan panggilan Allah yang menjadi garansi keselamatan bagi setiap orang percaya. Nabi Yesaya mengumumkan masa depan pembebasan dan sukacita besar bagi seluruh Galilea, melalui gambar terang yang menghalau kegelapan di mana orang-orang berjalan. Dengan demikian Injil, yang mengutip kata demi kata petikan yang sama dari nabi Yesaya, menyajikan Yesus sebagai terang yang menggenapi nubuat Yesaya. Dia adalah terang yang dijanjikan untuk menghilangkan kegelapan dosa dan membebaskan manusia dari ketidakjelasan yang di dalamnya dia disertakan.

Terang itu menjadi sarana yang ampuh untuk menyatakan keterlibatan Allah dalam sejarah manusia. Allah memanifestasikan diri-nya sebagai ‘terang’ yang menghalau kegelapan. Cahaya menyala, mendefinisikan hal-hal yang memperkuat warna dan memberikan terang di dalam ruangan. Terang menerangi dan menghibur: berada di tempat yang diterangi membantu kita menerima kenyataan apa adanya dan membuat seseorang merasa lebih bahagia, lebih yakin, dan dilindungi.

Inisiatif allah sehubungan dengan manusia memungkinkan mereka untuk memiliki hubungan yang diperbarui terus-menerus. Dalam terang Allah segala sesuatu mengasumsikan kebaruan, yang otentik dan sarat akan makna. Cahaya yang menerangi memberikan kekuatan dan memungkinkan pengungkapan alam semesta dan manusia. Inilah sebabnya, setelah mengatakan: “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman,  atasnya terang telah bersinar” (Yes 9:1).

Sukacita dan kebahagiaan yang menjadi nyata di hadapan yesus. Dia adalah terang yang dijanjikan yang telah datang ke tengah-tengah kita, kehadiran fisik-nya yang mengungkapkan kedatangan terang yang pasti. Cahaya yang bersinar terang menandai inisiatif Allah melakukan langkah pertama penuh belas kasihan dan bebasnya terhadap umat manusia yang terluka.

Dinamika ini dinyatakan melalui yesus memanggil para rasul pertama. Dia memilih mereka dengan panggilan tegas, ‘ikuti aku’. Dihadapkan dengan gangguan “tiba-tiba” dari allah dalam kehidupan mereka, Dia mengundang mereka untuk meninggalkan jala dan memercayakan diri mereka sepenuhnya kepada Tuhan untuk ‘tangkapan’ yang baru, sebuah cakrawala kepastian yang baru. Pada perjamuan terakhir, akhir kehidupannya di bumi, yesus mengingatkan para murid-nya ‘kamu tidak memilih aku, tidak, aku memilih kamu’ (Yoh. 15:16).

Injil hari minggu ini mengundang kita untuk mengingat bahwa panggilan pribadi kita dilandaskan pada pilihan Allah yang semula dan secara mutlak bebas. Undangan-nya kepada kita, oleh karena itu, adalah ajakan untuk membuat keputusan akhir untuk membiarkan Dia menaklukkan atau menaklukkan kembali kita untuk menandai titik balik dalam kehidupan kita. Marilah kita memohon kepada tuhan, bagi kita dan seluruh gereja, untuk karunia dari keinsafan hati yang sejati yang memungkinkan kita menerima kristus sebagai satu-satunya terang untuk diikuti. Kristus adalah satu-satunya yang benar-benar menghalau kegelapan di dalam dan di sekitar kita.

(Fr. Yanto Kansil)

 

“Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mat. 4:19).

 

Marilah Berdoa:

Tuhan terangilah kami dengan Sabda-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here