Teruslah Berbuat Baik! Renungan Sabtu, 21 Januari 2023

0
323

Pw S. Agnes, PrwMrt (M)

BcE Ibr. 9: 2-3,11-14; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Mrk. 3:20-21; atau dr Ruybs.

Perbuatan baik tidak selamanya menuai pujian dan penerimaan. Sebab ada kalanya yang terjadi adalah sebaliknya. Perbuatan baik menimbulkan perbantahan, kecurigaan, kecemburuan atau bahkan kebencian. Lebih buruknya lagi, respon negatif seperti itu bukan saja datang dari orang yang simpatik, namun justru datang dari orang-orang terdekat. Ketika kita sedih, kita sering mengharapkan orang yang dekat dengan kita untuk menghibur kita. Kita butuh perhatian orang-orang di sekitar kita. Namun, pada saat perhatian itu tidak kita temukan, wajarlah jika kita kecewa. Bahkan lebih menyedihkan lagi, ketika orang yang dekat dengan kita adalah keluarga kita, justru memburuk-burukkan kita di hadapan orang lain.

Pengalaman seperti ini sungguh dialami oleh Yesus. Yesus sungguh memperhatikan pelayanan-Nya bagi banyak orang bahkan sampai makan pun Ia tidak sempat. Selain mengundang kekaguman, segala pengajaran dan mukjizat Yesus banyak menuai cibiran dan kecurigaan dari banyak orang. Bahkan mereka pun menuduh bahwa Yesus tidak waras lagi.

Yesus adalah pribadi yang memiliki integritas yang kuat. Segala perbuatan baik yang Ia lakukan kepada banyak orang tidak didorong oleh harapan akan pujian dan sanjungan. Yesus tidak haus pujian. Karena itu, Ia sungguh-sungguh ikhlas melakukan kebaikan-kebaikan. Bahkan, ketika dianggap tidak waras, Yesus tak lekas menyerah. Yesus tetap setia mewartakan kabar sukacita perihal kerajaan surga.

Dalam kehidupan, tentu hal serupa bisa saja muncul. Tidak semua pelayanan kita tentu mendapat dukungan dari saudara-saudara kita. Melalui peristiwa ini, kita diundang untuk melihat pengalaman Yesus. Yesus sendiri sudah terlebih dahulu dijatuhkan orang, bahkan itu datang dari kalangan keluarga-Nya sendiri. Namun, Yesus tetap bertahan untuk melakukan hal yang baik, karena Yesus tahu bahwa hal itu adalah kehendak Bapa-Nya. Jika dalam kehidupan kita memiliki posisi yang serupa dengan Yesus, apakah kita akan putus asa atau menyerah? Semoga kita tetap tabah dan semangat dalam melakukan kebaikan, meskipun tantangan datang dari orang terdekat kita! Dan marilah kita mencari kehendak Tuhan, bukan pujian manusia.

(Fr. Tonny Kuntag)

Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu,mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi” (Mrk. 3:21)

Marilah Berdoa:

Ya Bapa, dalam kehidupan kami yang penuh dengan tantangan ini, kami mohon tabahkanlah dan semangatilah kami untuk selalu berbuat kebaikan seperti Yesus Kristus Putra-Mu. Amin.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here