“Buah-buah Pewartaan”: Renungan, Sabtu 3 Desember 2022

0
195

Pesta S. Fransiskus Xaverius, Im (P). Pld Misi. E Kem.

BcE 1kor. 9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk 16:15-20.

Hari ini kita memestakan Santo Fransiskus Xaverius seorang yang sangat berpengaruh dalam sejarah Gereja. Fransiskus Xaverius sejak masa mudanya telah berkomitmen meninggalkan kenyamanan, meninggalkan kemapanan keluarganya untuk mengikuti Kristus secara lebih serius. Sebagai seorang misionaris Fransiskus dengan semangat yang besar mewartakan sabda Allah. Dia bertekun mewartakan Injil dengan menarik dan memberi contoh dengan kesalehan hidupnya. Hasil kerja kerasnya adalah banyak orang mengenal dan mengimani Kristus.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini menegaskan bahwa pewartaan sabda Allah merupakan bagian penting dalam kehidupan umat beriman. Bahkan pewartaan Injil Allah merupakan suatu kemendesakan. Rasul Paulus dalam  suratnya kepada jemaat di Korintus menegaskan hal itu. Paulus berkata: “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil”. Perkataan ini menunjukkan bahwa pewartaan Sabda Allah merupakan suatu keharusan pada setiap pengikut Kristus. Rasul Paulus mengalami bahwa dirinya ditarik oleh Kristus untuk suatu tugas penting agar semakin banyak orang boleh mengenal Dia.

Sabda Tuhan dalam bacaan Injil hari ini mengisahkan penampakan Yesus kepada para murid-Nya. Ketika menampakkan diri, Yesus serentak memberikan perutusan kepada mereka “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15). Injil Markus mencatat dengan baik bahwa tugas perutusan tersebut merupakan tugas terakhir yang diberikan Yesus sebelum terangkat ke surga. Sehingga pewartaan Injil, pewartaan sabda Allah, pewartaan kabar suka cita merupakan tugas utama bagi para murid Yesus. Dengan perutusan Yesus yang terakhir itu para murid mengemban tugas pewartaan Injil bukan hanya dalam lingkup orang Yahudi saja tetapi kepada semua bangsa.

Bacaan Kitab suci yang kita dengarkan hari kembali mengingatkan kita bahwa tugas pewartaan Injil merupakan panggilan mendasar bagi kita semua. Tugas pewartaan tidak hanya diperuntukan bagi para murid saat itu. Sebab melalui martabat kenabian yang kita terima dalam pembaptisan kitapun dapat mengambil bagian dalam tugas perutusan yang sama. Melalui perkataan Yesus hari ini sekali lagi kita diingatkan bahwa pewartaan Injil merupakan kabar suka cita bagi semua orang. Sebagai murid Kristus kita dipanggil untuk mengambil dalam pewartaan Injil dimana saja dan kapan saja. Pewartaan Injil dapat terlaksana dengan cara-cara sederhana. Melalui tutur kata, tindakan-tindakan, serta segala hal yang baik dalam hidup dapat menjadi sarana pewartaan bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian maka semakin banyak orang dapat mengenal dan mencintai Kristus.

(Fr. Ferdy Poida)

“Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Mat. 28:19a.20b).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, ajarlah kami mencintai dan melakukan sabda-Mu dalam setiap peristiwa hidup kami masing-masing. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here