“Bersiaplah dan Berjaga-Jagalah” : Renungan, Jumat 25 November 2022

0
332

Hari Biasa (H)

Why. 20:1-4,11 – 21:2; Mzm. 84:3,4,5-6a,8a; Luk. 21:29-33.

Bacaan pertama hari ini sungguh menarik. Mengapa demikian? Hal itu dikarenakan bacaan ini diambil dari kitab Wahyu yang memakai simbol, gambaran, cerita yang membicarakan tentang akhir zaman. Bacaan pertama menceritakan tentang seorang malaikat yang turun dari surga untuk menangkap dan memenjarakan iblis serta setan. Kemudian diceritakan lagi bahwa ada seseorang yang duduk di atas sebuah takhta, yang di hadapan-Nya berdiri orang-orang mati yang dihakimi berdasarkan perbuatannya. Apabila berdosa maka akan dilemparkan ke dalam lautan api. Kita melihat bahwa cerita ini hendak mengajarkan kepada kita bahwa pada suatu saat nanti kita akan diadili di hadapan Sang Mahakuasa. Apabila kita berbuat yang jahat maka ganjarannya akan dilemparkan ke dalam lautan api yakni neraka. Apabila kita melakukan yang baik maka kita akan mendapat tempat di surga bersama Allah.

Pada bacaan Injil dikisahkan tentang Yesus yang menceritakan suatu perumpamaan tentang pohon ara. Yesus mengatakan hal demikian, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.” Yesus menggunakan perumpamaan tentang pohon ara tersebut untuk mengatakan bahwa kita harus mempersiapkan diri dengan melakukan semua perintah-Nya. Selain itu, kita harus mengasihi satu dengan yang lain dan mengabarkan Injil kepada siapa saja. Kemudian kata-kata Yesus yang selanjutnya adalah, “… Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” Kata-kata ini hendak mengajak kita untuk menyadari bahwa perkataan Tuhan itu adalah benar. Maka kita sebagai umat beriman harus melaksanakan tugas-tugas dan perintah-Nya. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini, tetapi ketika kita melakukan segala sesuatu berdasarkan kemauan Tuhan maka jaminannya adalah masuk surga.

Kedua bacaan di atas sangatlah berkaitan karena berbicara soal kedatangan Kerajaan Allah. Apabila kita ingin masuk ke dalamnya maka harus melaksanakan apa yang menjadi perintah Allah. Apabila kita menyeleweng dari perintah-Nya maka bersiaplah untuk dilemparkan ke dalam lautan api yakni neraka. Karena itu persiapkanlah hari ini dengan baik dengan menjadi orang-orang yang dekat dengan Allah dengan melaksanakan segala perbuatan yang baik agar kelak menikmati kebahagiaan kekal di surga bersama Allah.

(Fr. Mario R. B. Ngantung)

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Luk. 21:33).

Marilah berdoa:

Ya Bapa yang Mahabaik, tuntunlah hamba-Mu ini agar dapat dengan setia berjalan sesuai jalan-Mu dengan melaksanakan segala perintah-perintah-Mu. Amin.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here