“Apakah kita tetap bertahan?” Renungan, Rabu 23 November 2022

0
396

Hari Biasa (H)

Why. 15:1-4; Mzm. 98:1,2-3ab,7-8,9; Luk. 21:12-19.

Ketika mengalami hal yang kurang menyenangkan atau hal yang membuat pribadi menderita, kita pasti langsung menyerah dan tidak mau berjuang untuk menghadapi hal itu. Bagaimana dengan iman akan Yesus yang kita imani ini? Juga ketika mendapat cobaan, hinaan atau bahkan ancaman. Bagaimana sikap kita? Apakah kita tetap bertahan atau menyerah?

Dalam bacaan Injil hari Yesus menyampaikan kepada pengikut-Nya terutama para rasul akan hal-hal apa yang nanti dihadapi ketika menjalankan tugas, melanjutkan tugas pewartaan yang diberikan oleh Yesus kepada mereka. Yesus mengatakan bahwa kamu akan ditangkap dan dianiaya, kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Yang akan dialami juga ialah kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.

Sebagai orang yang tidak memiliki iman yang kuat, tentu ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Yesus sudah pasti menyerah. Mendengar resiko-resiko yang akan dialami oleh karena nama-Nya. Para murid tak gentar, melainkan tetap mengikuti Yesus  ke manapun Ia pergi. Para murid tetap setia mengikuti Yesus dan melanjutkan karya Yesus karena mereka percaya kepada Yesus yang adalah Tuhan itu sendiri. Mereka percaya dengan perkataan Yesus bahwa sehelai rambut pun dari rambut kepalamu tidak akan hilang dan kalau kamu tetap bertahan kamu akan memperoleh hidupmu. Para murid tetap bertahan dengan iman yang mereka miliki

Bacaan Injil hari ini mengajarkan kepada kita bahwa ketika menjadi pengikut Yesus, ada begitu banyak cobaan, tantangan dan rintangan yang akan dihadapi. Namun sebagai pengikut Yesus bagaimana sikap kita dalam menghadapi itu, sepenuhnya tergantung keputusan kita. Apakah kita akan tetap bertahan? Satu hal yang pasti bahwa jika kita tetap bertahan, Yesus memberi jaminan bahwa tak sehelai pun rambut kita akan hilang. Artinya bahwa sepenuhnya Yesus memberi janji dan jaminan keselamatan itu kepada kita dan syaratnya adalah tetap bertahan. Bertahan berarti kita mau beriman terus menerus dan terus mewartakan kasih Allah kepada dunia. kita diajak untuk tetap bertahan dalam situasi apapun. Tentunya kemampuan bertahan tidak terbentuk sekali jadi akan tetapi membutuhkan proses dalam mengolah semua itu. Jika tetap bertahan maka percayalah kita akan mendapat jaminan keselamatan yang sudah dijanjikan oleh Yesus.

(Fr. Juventus Yosep Rahangiar)

“Kalau kamu tetap bertahan kamu akan memperoleh hidup” (Luk. 21:19).

 

Marilah berdoa:

Ya Allah, semoga kami tetap bertahan dengan iman yang kami miliki ketika menghadapi tantangan dan cobaan. Amin

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here