“Kristus, Gambar Allah Yang Tak Kelihatan”: Renungan, Minggu 20 November 2022

0
388

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam (P)

2Sam. 5:1-3; Mzm. 122:1-2,4-5; Kol. 1:12-20; Luk. 23:35-43.

Gelar Kristus Raja semesta alam sudah dinyatakan dalam Injil Matius dalam sebuah perintah misi. Ketika Yesus mau naik ke surga maka Ia mengutus para murid untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia dengan bersabda: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus” (Mat.28: 18 – 19). Dengan kuasa itu, Yesus Kristus bukan hanya Raja Semesta alam melainkan juga Raja Surga dan bumi; Raja dari segala sesuatu yang ada. Dalam bacaan kedua liturgi hari ini dinyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Gambar Allah. Allah sendiri tidak kelihatan dan tidak seorangpun pernah melihat Allah. Namun barangsiapa melihat Yesus, ia sudah melihat Allah, seperti dinyatakan dalam Injil Yohanes, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (Yoh.14:9).

Surat Paulus kepada umat di Kolose menjelaskan lebih jauh lagi bahwa Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih  utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kol. 1 : 15-16).

Misteri Yesus Kristus yang adalah sungguh Allah dan sungguh manusia; dan sebagai manusia Ia telah mengosongkan diri-Nya sampai wafat di kayu salib itu menjadi sumber, dasar dan pusat iman kristiani. Di dalam misteri Yesus Kristus itulah tergantung makna seluruh keberadaan kita; dan di dalam misteri Yesus Kristus itulah bersandar nasib hidup dan mati kita. Maka pengenalan akan Kristus adalah lebih utama dari segala sesuatu. Pengenalan akan Kristus itu membuat rasul Paulus menganggap semua hal yang lain adalah sampah dan tidak berarti sama sekali. Dalam iman seperti itulah maka dengan penuh sukacita Paulus mengajak kita semua dalam bacaan kedua hari ini: “Saudara-saudara, marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,yang membuat kita layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Putera-Nya yang terkasih, di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa ».

Hidup kita di dunia fana ini sering tergoda untuk mengandalkan barang-barang duniawi, seperti uang, materi, pangkat, jabatan, kehormatan, padahal kita tahu bahwa semua itu tidak bisa menyelamatkan kita dan tidak bisa menyelamatkan hidup itu. Barang-barang duniawi adalah sampah yang diperlukan untuk membantu kita dapat melayani Kristus dengan hidup suci dan penuh kasih di dalam dunia ini. Semoga Hari Raya Kristus Raja Semesta Allah ini menyadarkan kita semua untuk kembali dan mendekat pada Kristus. Amin.

(P. Albertus Sujoko, MSC)

“Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Luk. 23:42).

Marilah berdoa:

Ya Kristus Raja Semesta Alam, semoga Engkau merajai hati, budi dan hidup kami. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here