“Melayani dengan Tulus Hati”: Renungan, Minggu 17 Oktober 2021

0
725

Hari minggu Biasa XXIX (H)

Yes. 53:10-11; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Ibr. 4:14-16; Mrk. 10:35-45.

Salah satu yang selalu diusahakan manusia dalam hidupnya adalah kehormatan dan kekuasaan. Ada berbagai macam cara yang dibuat oleh seseorang supaya dihormati, disegani dan diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Secara alami, setiap manusia ingin dihormati karena tidak terlepas dari yang namanya harga diri. Berbicara soal kehormatan dan kekuasaan dapat juga kita jumpai dalam situasi Pandemi Covid-19 saat ini. Semua orang berada dalam situasi sulit. Harapan setiap orang saat ini adalah para pemerintah yang dapat memberikan bantuan kepada mereka yang berkekurangan.

Bacaan Injil hari ini memberikan kita sebuah gambaran soal kepemimpinan yang melayani. Kepemimpinan yang ditawarkan Yesus ialah sikap melayani sesama. Injil hari ini bukan saja untuk para pemimpin tetapi untuk kita semua sebagai pengikut Yesus. Sikap melayani ini merupakan suatu undangan tetapi sekaligus menjadi kewajiban. Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk melayani. Sikap melayani itu akan terwujud dari kerelaan para murid untuk memberi diri, menolong, berkorban dan bahkan memberikan nyawanya bagi orang lain. Pelayanan sedemikian akan menuntun para murid Yesus untuk mewujudkan misi Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

Saat ini kita diperhadapkan oleh dua tawaran yakni tawaran duniawi atau tawaran dari Yesus, yaitu memilih untuk berkuasa atas orang lain atau menguasai diri untuk berani melayani sesama. Apapun pilihan hidup kita di dunia ini pasti memiliki konsekuensi. Hal itu terkadang membuat kita dilema. Tawaran dari dunia itu menarik hati sedangkan tawaran dari Yesus untuk menguasai diri juga menantang. Sering kali kita tidak pernah puas dengan apa yang kita miliki dan menginginkan lebih. Yesus ingin kita merubah mentalitas ini. Yesus mengharapkan agar kita sebagai pengikut-Nya memberikan pelayanan kepada sesama dengan semangat kerendahan hati. Semangat pelayanan yang ditekankan oleh Yesus ini hendaknya dihayati dalam setiap sisi kehidupan kita, baik dalam keluarga, di tempat kerja, di tengah masyarakat  dan dalam kehidupan menggereja. Kalau kita menghayati semangat pelayanan ini dengan sungguh-sungguh itu berarti kita menghadirkan surga dalam keluarga kita, tempat kerja kita, masyarakat kita dan lingkungan Gereja kita.

(Fr. Billy Leonardo Tendean)

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat. 10:45).

Marilah berdoa :

Ya Tuhan Yesus, bantulah aku agar aku bisa melayani sesama dengan tulus hati tanpa mementingkan diri sendiri. Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here