“Terang Sejati”: Renungan, Senin 20 September 2021

0
446

Pw S. Andreas Kim Tae Gon, Im dan Paulus Chong Hasang, dkk Mrt- Korea (M)

Ezr. 1:1-6; Mzm. 126:1-2ab, 2cd-3cd,4-5,6; Luk. 8:16-18; atau dr Ruybs. BcO Yes 3:1-15

Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menyimpannya di tempat tersembunyi, melainkan meletakkannya di tempat yang kelihatan agar terang dari pelita itu bisa dinikmati oleh setiap orang. Dengan begitu orang dapat melihat dengan jelas ruangan yang gelap. Jika pelita ditempatkan di tempat yang tersembunyi maka orang tidak dapat melihat dengan jelas lingkungan yang ada di sekitarnya. Dalam kehidupan setiap hari tentunya banyak hal dipengaruhi oleh perkembangan zaman yang membuat banyak orang lupa akan terang sejati. Misalnya, perkembangan teknologi zaman ini yang banyak mempengaruhi cara berperilaku. Dengan perkembangan teknologi ini membuat hidup hanya bergantung pada perkembangan teknologi tersebut. Akhirnya lupa bahwa hidup manusia  harus bergantung pada Yesus yang adalah terang sejati. Karena Yesus Kristus rela menyerahkan nyawa-Nya.

Sebagai manusia yang lemah, bersandar pada terang Kristus adalah sebuah keharusan agar kehidupan ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan zaman tetapi dipengaruhi oleh kasih Kristus yang selalu menerangi. Namun kenyataannya, manusia selalu mengambil jalan pintas untuk menghindar dari kehidupan yang menyengsarakan. Namun setiap orang harus sadar dan berpasrah pada  Kristus agar kehidupan yang dijalani ini tidak gampang dipengaruhi oleh kuasa kegelapan melainkan kuasa Allah. Jika setiap orang hidup menurut jalan Tuhan tentunya tidak akan merasakan kegelapan melainkan terang yang selalu menerangi kita dalam senang maupun duka. Karena Kristus sudah memberikan dirinya untuk umat manusia, agar kehidupan umat-Nya tidak diperhamba oleh dosa melainkan dinaungi oleh terang keselamatan Kristus sendiri.

Maka marilah sebagai umat yang telah diberikan cahaya Kristus yang telah diterima dalam pembaptisan dan misteri Paskah-Nya, kita mewartakan kasih dan terang itu kepada semua orang agar terang itu tidak hanya tinggal diam, tetapi dapat bercahaya dan bermanfaat untuk semua orang, karena ketika Yesus mengutus para murid Ia berkata, “pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil”.

(Fr. Sardianus Salambai)

Tidak ada yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya” (Luk. 8:16).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami dalam mewartakan terang-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here