“Damai Sejahtera Ilahi”: Renungan Selasa, 04 Mei 2021

0
466

Hari Biasa Pekan V Paskah (P).

Kis. 14:19-28; Mzm. 145:10-11, 12-13ab, 21; Yoh. 14: 27-31a. BcO Why. 20: 1-15. 

Bacaan Injil hari ini menunjukkan kepada kita bahwa Yesus Sang Putera Allah memberikan kepada kita umat-Nya, suatu hadiah ilahi yang amat berharga. Yesus memberikan kepada kita damai sejahtera. Damai sejahtera itu, Ia tinggalkan untuk kita umat-Nya. Inilah rahmat luar biasa yang kita terima. Damai sejahtera itu bukanlah pemberian duniawi. Damai itu membuat iman kita akan Yesus semakin kokoh kuat di dunia ini.

Yesus mengajak kita semua untuk tidak gentar dan gelisah dalam menjalani hidup di dunia ini. Yesus menghendaki kita semua untuk tetap bersukacita di dalam Dia. Damai dan sukacita ilahi ini akan membantu kita semua untuk dapat mengasihi Yesus lebih dari segala sesuatu, karena Yesus lebih dahulu mengasihi dan mencintai kita hingga menyerahkan diri-Nya untuk wafat di salib dan dibangkitkan dari antara orang mati untuk menyelamatkan kita semua dari belenggu maut.

Sebagai orang beriman, kita memiliki tanggung jawab untuk menyalurkan damai ilahi itu kepada segenap umat manusia. Kita diajak untuk dapat menjadi pewarta Kerajaan Allah dalam kehidupan kita. Orang Kristiani sejati tidak takut akan ancaman duniawi. Iman akan Kristus memampukan kita untuk semakin kuat dalam hidup dan panggilan kita masing-masing. Hendaklah kita belajar dari Rasul Paulus dan Barnabas yang mampu untuk mengedepankan pewartaan Injil, walaupun selalu saja ada tantangan yang membahayakan hidup dan keselamatan mereka. Paulus dan Barnabas yang dipenuhi oleh kuasa dan rahmat Allah, yakin bahwa Allah akan menyediakan rahmat Kerajaan Surga bagi umat-Nya yang mau bertahan sampai pada kesudahannya.

Sebagai orang-orang beriman, kita juga hendaknya mampu untuk hidup seperti Paulus dan Barnabas. Atas karunia dan damai sejahtera dari Yesus, mereka mampu memperbaharui diri dan memberikan hidup dan karya mereka untuk pewartaan Kerajaan Allah dan bagi orang lain. Marilah kita dengan iman yang mantap, menyalurkan damai sejahtera Yesus yang kita terima, kepada semakin banyak orang, melalui cara hidup, tingkah laku dan perbuatan-perbuatan baik kita. Menyalurkan rahmat dan damai itu membuat kita dan semua orang yang berada di sekitar kita semakin damai dan mampu membawa damai itu kepada orang lain juga. Kedamaian itu bukan hanya diciptakan tetapi diusahakan untuk dipertahankan, diperjuangkan dan disebarkan kepada banyak orang.

(Fr. Bryan I. Resubun)

 “Damai sejahtera kutinggalkan bagimu” (Yoh. 14:27a).

Marilah Berdoa :

Ya Allah, berilah kami damai sejahtera-Mu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here