Refleksi: “Role Model Sejati”

0
124

Mengikuti Kristus tidaklah selalu hidup dalam kesenangan, tetapi pastinya selalu datang banyak tantangan. Semua itu bisa datang dari sendiri, keluarga, alam sekitar dan masyarakat luas pada umumnya. Salah satu tantangan yang dihadapi para kaum berjubah saat ini adalah bagaimana meningkatkan spiritualitas hidup rohani di tengah masa Pandemi Covid-19.

Perkembangan wabah Covid-19 saat ini menjadi satu kendala bagi para gembala jiwa-jiwa yakni para imam. Di mana dengan situasi ini, para imam ditantang untuk berani keluar dari zona nyaman agar bisa menyelamatkan jiwa-jiwa yang membutuhkan pertolongan. Salah satu hal yang perlu disadari dalam masa ini adalah bahwa pandemi Covid-19 sedang menguji spiritualitas dari para imam. Spiritualitas yang dimaksud tidak sekedar menunjukkan relasi pribadi seseorang dengan Allah, melainkan juga meliputi relasi antara seorang imam dengan seluruh anggota Gereja dan juga dengan orang lain, alam sekitar, maupun situasi dan keadaan di luar dirinya yang kasat mata.

Agar spiritualitas para imam maupun calon imam tetap hidup, saya merefleksikan bahwa setiap imam dan saya sendiri yang adalah calon imam harus meneladani spiritualitas Yesus sebagai role model yang sejati. Setiap kaum berjubah harus meneladani hidup doa Yesus untuk meningkatkan spiritualitasnya. Sebab doa pada hakikatnya adalah sarana iman untuk berkomunikasi dengan Allah. Melalui hidup doa yang rutin, para imam dan calon imam akan mengalami sukacita dan selalu memancarkan cahaya Kristus di mana saja, karena Kristus sendiri adalah role model pendoa yang patut diteladani.

Dalam Injil Yoh. 17:1-25, Yesus menunjukkan bagaimana caranya berkomunikasi dengan Bapa melalui doa. Saya menyadari bahwa sebagai bagian dari kaum terpanggil, maka saya harus menghidupkan semangat doa sebagai sarana pertumbuhan spiritualitas yang lebih dalam dengan Yesus. Hidup doa haruslah berpusat pada Yesus yang adalah model pendoa dan sumber spiritualitas. Menjadi imam dan calon imam berarti bersedia untuk menampilkan diri seperti Kristus di mana saja. Setiap kaum berjubah harus mampu menunjukkan karya pelayanan yang berlandaskan pada semangat hidup Yesus di tengah umat.

Berdasarkan hal ini maka saya merefleksikan bahwa para imam dan calon imam harus berpartisipasi penuh dalam imamat Kristus. Dengan demikian, para kaum berjubah mampu menghadirkan daya kuasa rohani di setiap karya dan pelayanannya. Oleh karena itu, para imam dan calon imam haruslah senantiasa tetap setia meneladani cara hidup Yesus yang adalah role model sejati sehingga spiritualitas pelayanan mereka tetap memancarkan cahaya Kristus yang menyinari semua orang di tengah Gereja dan dunia.

(Fr. Benny Fasak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here