“Mengenal Pribadi-Nya”: Renungan, Sabtu 1 Mei 2021

0
569

Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

 Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 14:7-14.

“Aku percaya, kamu mencintai aku apabila kamu ingin melakukan sesuatu untukku”. Percaya bukanlah suatu persoalan yang mudah. Di sana-sini telah terjadi krisis kepercayaan. Bahkan, bukan hanya pada orang yang sedang pacaran tetapi juga pada masyarakat terhadap pemerintah. Mereka menginginkan bukti nyata untuk bisa percaya. Dengan kata lain, orang lebih mudah percaya dengan apa orang lain lakukan dari pada hanya sekedar mendengar kata-kata yang keluar dari mulut.

Hal tersebut ditunjukkan pula dalam bacaan-bacaan Kitab Suci kita pada hari. Dalam bacaan Injil dikisahkan Filipus yang kurang percaya akan kehadiran Yesus. Sampai-sampai, ia berkata, “Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” (lih. Yoh. 14:8). Pertanyaan Filipus ini pun ditanggapi oleh Yesus demikian, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?” (Yoh.14:9). Dari peristiwa ini, kita bisa belajar dua hal.

Pertama, mengenal secara mendalam. Filipus termasuk salah satu murid pertama yang bertemu Yesus. Secara naluriah, ia seharusnya mengenal Bapa yang mengutus Yesus. Namun ternyata ia tidak mengenal secara mendalam tentang siapa pribadi Yesus. Sikap Filipus merupakan gambaran kita pula. Kita kurang mengenal secara mendalam siapa pribadi Yesus bagi diri kita. Sehingga kita sering khawatir akan diri kita. Kepercayaan harus didasari dengan mengenal secara mendalam. Mengenal pribadi Yesus dari luarnya saja membuat pemahaman kita akan Yesus menjadi dangkal.

Kedua, keteladanan. Yesus meminta kepada Filipus untuk melihat pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan oleh Yesus. Yesus mau mengajak Filipus untuk melakukan apa yang sudah dikerjakannya sebagai suatu wujud keteladanan. Perkataan Yesus kepada Filipus bukan semata-mata untuk menunjukkan bukti bahwa Yesus benar-benar berasal dari Bapa tetapi lebih dari itu Yesus mengajak Filipus untuk terlibat aktif dalam setiap pekerjaan-Nya. Kita pun diajak oleh Yesus untuk melakukan kehendak-Nya dan menjadi teladan bagi orang lain. Kedua hal ini membantu menumbuhkan kepercayaan kita akan Yesus sebagai Sang Juruselamat.

Hal yang sama telah ditunjukkan pula oleh Paulus dan Barnabas dalam bacaan pertama. Mereka melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa dengan mewartakan kabar baik di Anthiokia. Paulus dengan pengenalan yang mendalam akan Yesus mampu membuat orang-orang yang tidak mengenal Allah menjadi percaya dan memuliakan Firman Tuhan. Semoga kita pun berani bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan percaya kepada kehendak-kehendak-Nya.

(Fr. Michael M. Kewo)

“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” (Yoh. 14:14).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk semakin percaya akan kehendak-kehendak-Mu. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here