“Hanya Tuhan”: Renungan, Rabu 21 April 2021

0
608

Hari biasa Pekan III Paskah (P)

Kis. 8:1b-8; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a; Yoh. 6:35-40

Umat Allah yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, tentunya banyak sekali perihal yang kita akan jumpai dalam kehidupan ini baik itu yang positif maupun yang negatif. Dan tentunya pun kita sadar bahwa hal tersebut merupakan dinamika kehidupan yang tak terlepas dari diri setiap orang. Dalam perjalanan kehidupan, sering kita manusia lebih mengandalkan kemampuan manusiawi kita semata untuk melewati setiap pergumulan yang dijumpai, sampai melupakan pertolongan dari Tuhan. “tetapi aku telah berkata kepadamu: sesungguhnya kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya”. Ungkapan tersebut berarti bahwa walaupun kita mengakui telah mengimani Kristus, sering kali kita masih saja melanggar setiap ajaran dan kehendak-Nya. Oleh karena itu, melalui bacaan Injil kita diajak untuk selalu berharap dan mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita. Sebab hanya Tuhanlah yang mampu membantu kita dalam setiap pergumulan hidup ini.

Umat Allah yang terkasih, setiap orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, tidak hanya sebatas bermohon dan berserah diri begitu saja, tetapi juga mampu menjalankan ajaran dan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Karena dalam Injil, Kristus yang adalah Tuhan kita sekaligus utusan Bapa, mampu melaksanakan apa yang Allah Bapa janjikan. Karena itu saya mengajak kita sekalian untuk selalu berpasrah pada Tuhan, dan senantiasa menjalankan kehendak-Nya. Kehendak Bapa adalah kehendak yang baik. Misalnya dalam hidup ini kita tidak boleh menghina orang lain.

Pada bacaan pertama dari Kisah Para Rasul, kita kembali diteguhkan bahwa iman membawa keselamatan. Dilukiskan bahwa karena kepercayaan akan Tuhan yang ditunjukkan oleh orang lumpuh dan orang timpang, maka keduanya memperoleh kesembuhan dan keselamatan dari Allah. Di sini terlihat bahwa Allah begitu baik kepada setiap orang dan Dia selalu menjanjikan keselamatan bagi mereka yang berlindung kepada-Nya. Hal itu tampak dengan jelas pada bacaan pertama, di mana dikisahkan bahwa terjadi penganiayaan terhadap jemaat Yerusalem, tetapi hal tersebut tidak terjadi kepada para rasul yang berada di Yerusalem, karena para rasul menjalankan kehendak Tuhan dengan memberitahukan Injil di seluruh daerah itu. Itu merupakan sebuah hadiah yang diterima oleh para rasul karena mengimani Tuhan.

Oleh karena itu umat yang terkasih, saya mengajak kita semua untuk selalu berpasrah pada Tuhan dalam iman, dengan mampu melakukan kehendak-Nya. Dan kiranya kita semua yang adalah pengikut-Nya, menjadikan Tuhan sebagai penolong kita satu-satunya. Sebab di dalam Dia, kita memperoleh keselamatan.

(Fr. Ambrosius Andy Rahawarin)

“Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya (Yoh. 6: 36)”

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami selalu, agar kami selalu hidup menurut rencana-Mu yang kudus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here