“Ragukah Kamu?”: Renungan, Minggu 18 April 2021

0
823

Hari Minggu Paskah III (P)

Kis. 3:13-15, 17-19; Mzm. 4:2, 4, 7, 9; 1Yoh. 2:1-5a; Luk. 24:35-48.

Saudara-saudariku terkasih. Kita masing-masing seringkali mengalami perasaan ragu-ragu. Entah  merasa ragu jika tidak berhasil melakukan rencana-rencana kita, atau pun merasa ragu terhadap orang lain. Yang paling sulit dialami ialah ketika kita harus mempercayai orang lain atau tidak. Apalagi kalau orang itu belum kita kenal secara baik.

Bacaan-bacaan pada hari ini mengajak kita semua untuk mengenal secara baik Yesus Kristus yang telah wafat dan bangkit untuk kita semua. Bacaan pertama mengisahkan kepada kita bagaimana rasul Petrus dan Yohanes menghadapi orang-orang Yahudi yang telah menolak Yesus. Perasaan ragu dan kurangnya kepercayaan serta keyakinan akan Yesus membuat orang-orang Yahudi mudah terpengaruh dan bahkan menyerahkan Dia untuk disalibkan. Demikian kehadiran Petrus dan Yohanes di tengah-tengah orang Yahudi itu hendak menyadarkan mereka akan Yesus Kristus yang telah mereka serahkan, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Rasul Petrus dan Yohanes mengajak orang-orang Yahudi untuk sadar dan bertobat supaya dosa mereka dihapuskan.

Saudara-saudariku terkasih. Kita pun hendak diajak agar menghilangkan perasaan ragu akan Yesus Kristus yang telah wafat dan bangkit untuk kita. Berusaha untuk menjadi orang benar dan mewartakan kebenaran sejati kepada mereka yang tidak mengenal Dia. Menjadi orang benar adalah harapan dan impian kita semua sebagai orang beriman. Sebab, “bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita”.

Itulah sebabnya kita berusaha agar hidup sesuai dengan Firman-Nya. Rasul Yohanes dalam suratnya mengajak kita semua bahwa hidup beriman adalah hidup dengan menghayati ajaran Kristen: melakukan kebenaran dan menuruti perintah-Nya. Sebab, “barangsiapa menuruti Firman Allah, di dalam orang itu kasih Allah sungguh-sungguh sempurna”.

Saudara-saudariku terkasih. Peristiwa kebangkitan Tuhan kiranya membangkitkan semangat kita untuk boleh menjadi saksi-saksi kebenaran. Lukas dalam Injilnya hendak menunjukkan kepada kita semua bagaimana pengalaman perjumpaan para murid dengan Yesus yang bangkit merupakan pengalaman yang berlanjut sampai pada perutusan para murid. Pengalaman kebangkitan itu pula yang menggerakkan para murid untuk memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa. Salah satu hal penting yakni karena mereka percaya sepenuhnya kepada Kristus Putra Allah yang bangkit untuk menebus dosa kita semua. Dengan begitu, tanpa ragu-ragu para murid mewartakan bahwa Dia adalah Allah yang hidup. Semoga dengan rahmat dan pertolongan Tuhan, kita semua dapat menjadi orang-orang yang berani mewartakan Kristus yang telah bangkit.

(Fr Stenly V. Ambun)

“Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? (Luk. 24:38)

Marilah berdoa:

Tuhan, terangilah hambamu dengan cahaya kebenaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here