“Engkaulah Pilihan Hidupku”: Renungan, Kamis 15 April 2021

0
601

Hari biasa pekan II Paskah (P)

Kis 5:27-33; Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36.

 

Kehidupan di zaman modern ini, ada banyak pilihan. Dengan pilihan, membantu orang semakin sadar mana yang penting, yang membuat pribadi semakin berkembang dan mana yang tidak penting. Pilihan itu membuat seseorang lebih berani dan bertanggung jawab. Sehingga pilihan itu membawa keuntungan bagi kehidupan.

Dalam Injil hari ini Yohanes mengisahkan bahwa “siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya (Yoh. 3:31).” Ungkapan ini tertuju pada Yesus Kristus, yang datang ke dunia untuk menebus dosa umat manusia. Sehingga pada saat ini, kita merayakan hari kebangkitan Yesus Kristus. Kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus memberi pesan bagi kita, bahwa Dia yang datang dari surga dan turun ke dunia untuk berkata-kata dan memberikan perutusan kepada para murid-Nya untuk mewartakan kabar gembira kepada umat-Nya. Untuk itu Allah memberikan pilihan iman kepada semua orang, sehingga dapat menyampaikan firman Allah kepada siapa saja yang dijumpai. Hal yang sama dilakukan oleh para rasul. Dalam Kisah Para Rasul dilukiskan bahwa Para rasul dengan berani memilih untuk mewartakan Dia yang bangkit itu. Mereka tidak peduli dengan konsekuensi yang akan terjadi. Biarpun ada penolakan, tapi karena iman, kepercayaan itu tumbuh dalam diri mereka akan Yesus Kristus yang telah bangkit untuk menebus dosa-dosa umat-Nya.

Para Rasul tidak takut akan pilihan hidup yang ditempuh. Mereka percaya Allah selalu  melindungi mereka. Dalam kehidupan ini kita selalu takut dan tidak berani mengambil risiko. Karena kita berpikir bahwa kita berasal dari bumi dan hidup kita hanya begitu saja, tetapi tidak berani berpikir bahwa hidup dapat berubah karena Roh Allah yang berkarya dalam hati kita. Jadi, beranilah untuk mengakui bahwa kita berasal dari dunia dan berasal dari surga. Untuk itu dengan pilihan menjadi pewarta Injil kepada semua orang, kita diselamatkan karena Tuhan Yesus selalu menuntun perjalanan hidup ini. Taatilah Allah, karena kuasa Allah selalu tercurah dalam diri kita. Seperti para rasul yang tak henti menyampaikan sabda Injil, dan dengan pilihan itu mereka menjadi taat kepada Allah. Maka mereka mempunyai keberanian untuk berkarya bagi Allah. Marilah belajar dari keberanian para rasul untuk taat kepada perintah Allah, dan semoga di Paskah ini, hidup kita semakin bermakna dan semakin menjadi pribadi-pribadi yang taat akan perintah Tuhan.

(Fr. Fidelis Solilit)

Siapa yang menerima  kesaksian-Nya itu, ia mengaku bahwa Allah adalah benar

Marilah berdoa:

Ya Allah Ajarilah kami untuk memilih jalan yang benar. Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here