“Kehidupan Baru: Lahir dari Air dan Roh”: Renungan, Senin 12 April 2021

0
501

Hari Biasa Pekan II Paskah

Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9: Yoh.3:1-8

Nikodemus dikenal sebagai seorang Pemimpin Yahudi dan orang kaya yang patuh terhadap Hukum Taurat. Nikodemus dengan kerendahan hatinya ingin bertemu dengan Yesus untuk mengenal Yesus secara lebih mendalam. Dalam percakapan antara Nikodemus dengan Yesus ini, kita dapat melihat bawha Nikodemus belum mengenal Yesus secara mendalam meskipun dia merupakan orang Yahudi yang mempelajari Hukum Taurat. Hal ini terlihat jelas dari pernyataan Nikodemus kepada Yesus sebagai “Guru” dan juga utusan Allah. Nikodemus mengenal Yesus sebagai seorang yang sangat hebat dalam mengadakan mukjizat.

Dalam percakapan ini, Yesus ingin mengantar Nikodemus pada pengenalan akan pribadi Yesus secara mendalam, bukan hanya sebatas guru, rabi dan utusan Allah, melainkan Yesus menghendaki agar Nikodemus mengenal Yesus sebagai Putra Allah. Keinginan Yesus kepada Nikodemus untuk mengenal Yesus secara mendalam dengan cara lahir secara baru. Yesus mengatakan bahwa seorang yang tidak dilahirkan kembali, orang tersebut tidak layak masuk ke dalam Kerajaan Allah. Perkataan Yesus ini sungguh tidak dimengerti oleh Nikodemus. Nikodemus menganggap bahwa kelahiran kembali merupakan kelahiran biologis, sebagaimana seorang anak dilahirkan keluar dari rahim ibunya. Namun, sesungguhnya kelahiran yang dimaksudkan Yesus ialah sebuah pembaptisan. Dengan pembaptisan, seorang dilahirkan kembali layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kata-kata Yesus, secara ekspilisit ditujukan kepada Nikodemus yang adalah seorang Yahudi yang kurang percaya bahkan tidak beriman pada Yesus.

Dalam hidup, kita juga kerap sama seperti Nikodemus yang mengenal Yesus hanya melalui apa yang kita baca dari tulisan-tulisan orang lain dan hanya mendengar apa yang orang katakan. Kita tidak memiliki pengenalan akan pribadi Yesus dari pribadi kita sendiri. Kita belum mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus dan mengenal-Nya secara lebih mendalam bahkan kita kurang percaya dan beriman kepada Yesus dalam praktek hidup setiap hari. Bacaan pertama kiranya boleh memberikan kepada kita gambaran bagaimana iman jemaat yang begitu mendalam akan Allah. Mereka memanjatkan doa rasa syukur dan memohon agar Allah memberikan berkat dan anugerah bagi banyak orang yang membutuhkan pertolongan dan rahmat Allah.

Dengan lahir kembali, kita di ajak untuk meninggalkan cara-cara hidup kita yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus. Dengan praktek hidup yang baik kita diharapkan dapat mengenal Yesus secara lebih mendalam dan beriman kepada-Nya. Marilah kita merefleksikan perjalanan hidup kita dan perlu untuk kembali kepada Tuhan dan beriman kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, agar kita boleh mengalami betapa baiknya Tuhan.

(Fr. Rendy Rahangiar)

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yoh. 3:3).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami membaharui praktek hidup kami menjadi lebih baik. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here