“Pengetahuan-Percaya-Bersaksi”: Renungan, Sabtu 10 April 2021

0
535

Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah (P)

Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15

Dalam hidup, terkadang kita sering kali kurang percaya dan kurang meyakini tentang suatu hal. Apalagi hal tersebut secara spontan dalam pikiran kita tidak mungkin akan terjadi atau jangkauannya berada di luar nalar kita. Keadaan tersebut tentu membuat kita kurang yakin dan tentunya kurang pengetahuan untuk memberikan penjelasan dan informasi tentangnya. Ibaratnya seperti murid yang tentu tidak akan mampu memberikan penjelasan tentang pelajaran yang diajarkan kalau ia hanya mengabaikan apa yang dikatakan gurunya pada saat pelajaran di dalam kelas. Sungguh, pengetahuan dan kepercayaan kita amat ditentukan oleh betapa dalamnya pengenalan kita akan sesuatu.

Injil hari ini mengisahkan tentang dua peristiwa penting yakni penampakan Yesus dan pengutusaan Yesus kepada murid-murid-Nya. Ada tiga peristiwa penampakan yang terjadi yakni kepada Maria Magdalena, kepada dua murid, dan kepada kesebelas murid. Penampakan yang terjadi kepada Maria Magdalena belum cukup untuk meyakinkan murid-murid bahwa Yesus telah bangkit dari kubur. Begitupun yang terjadi kepada dua murid. Pada akhirnya, Yesus menampakkan diri kepada semua murid. Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati para murid yang tidak mampu menyelami apa yang dahulu Ia katakan, bahwa pada hari ketiga Anak Manusia akan dibangkitkan dari antara orang mati. Para murid hanya mengabaikan begitu saja perkataan Yesus tentang kebangkitan. Setelah meyakinkan para murid, Yesus kemudian menyuruh mereka untuk memberi kesaksian tentang apa yang mereka lihat sembari pergi untuk memberitakan Injil kepada semua orang di seluruh penjuru dunia.

Memberikan kesaksian sangatlah tergantung dari apa yang kita percaya dan apa yang kita alami. Tidak mungkinlah kita memberikan kesaksian, kalau kita sendiri tidak percaya. Bacaan pertama kiranya boleh memberikan pelajaran bagi kita, dimana Petrus dan Yohanes berani untuk memberikan kesaksian dengan cara mengadakan mukjizat. Mereka tidak takut karena percaya dan yakin akan apa yang mereka lakukan seturut dengan perintah Tuhan Yesus yang telah bangkit. Percaya dan berani untuk memberi kesaksian bahwa keselamatan hanya datang dari Yesus yang telah bangkit. Dengan percaya dan yakin akan rencana dan kehendak Yesus, maka kita sebagai orang beriman dapat memberikan kesaksian “sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar”.

(Fr. Gerry Manorek)

“Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar” (Kis.4:20).

 

Marilah berdoa:

Ya Yesus, bantulah kami menjadi saksi-saksi karya keagungan-Mu di dunia ini. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here