“Tebarkanlah Jalamu”: Renungan, Jumat 9 April 2021

0
583

Hari Jumat dalam Oktaf Paskah (P)

Kis 4:1-12; Yoh 21:1-14

Yesus yang menampakkan diri-Nya kepada para murid di danau Tiberias dikisahkan dalam Injil hari ini. Ditampilkan bagaimana Petrus dan beberapa murid lainnya yang sudah semalam suntuk menangkap ikan namun mereka tidak mendapatkan apa-apa, namun ketika hari mulai siang Yesus berdiri di tepi pantai tetapi mereka tidak mengenali-Nya. Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk? Dan jawab mereka, ”Tidak ada”. Yesus kemudian berkata, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu maka kamu akan peroleh”.

Cobaan, kesulitan yang dilukiskan pada awal Injil ini sebenarnya mau melukiskan keadaan manusiawi kita. Semalam-malam mereka bekerja. Hampir siang tetapi keadaan masih samar dan tak pasti. Inilah situasi hidup kita. Dalam usaha kita untuk memperoleh sesuatu sangat penting bagi kita untuk memperhitungkan unsur lain di luar diri kita. Terkadang kita menginginkan agar sesuatu yang kita lakukan itu selalu berhasil dan ketika apa yang kita inginkan itu tidak tercapai maka kita cenderung untuk putus asa. Pada situasi seperti inilah Yesus mau mengajarkan kepada kita sebagai pengikut-Nya untuk sabar, memohon, tidak mudah putus asa dan percaya kepada Tuhan.

Bacaan pertama melukiskan tentang Petrus dan Yohanes yang mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan orang mati. Karena pemberitaan itu mereka kemudian ditangkap dan dipenjarakan dan dihadapkan kepada imam besar namun hal itu tidak membuat iman mereka goyah. Petrus yang penuh dengan Roh Kudus berkata, “Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan – yaitu kamu sendiri, namun Ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada pada siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita diselamatkan”. Sebagai orang beriman kepada Yesus Kristus, kita semua menginginkan suatu kelak nanti kita bisa selamat dan berbahagia untuk itu maka kita harus menghayati serta melaksanakan ajaran-ajaran Yesus dengan rajin mengikuti Ekaristi dan saling tolong-menolong sesama kita yang membutuhkan pertolongan kita.

Saudara yang terkasih, melalui bacaan-bacaan hari ini kita semua diingatkan dan diajak agar dengan kondisi dan situasi apapun kita selalu berharap dan memohon pertolongan dari Tuhan, dan tidak mudah putus asa dalam menjalani kehidupan kita di dunia ini. Kita juga diajak untuk berani mempertahankan iman kita baik dalam kondisi apapun seperti yang telah ditunjukkan oleh Petrus dan Yohanes. Semoga rahmat Allah menolong kita.

(Fr. Paternus Trio Wee)

“Terbarkanlah jalami di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh” (Yoh. 21:6)

Marilah Berdoa:

Tuhan, buatlah kami untuk tidak mudah putus asa. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here